Jakarta, PR Politik – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, turut ambil bagian dalam turnamen mini soccer persahabatan yang diinisiasi oleh Panji Bangsa. Agenda olahraga ini digelar khusus sebagai rangkaian dalam menyambut Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 yang diikuti oleh perwakilan lintas partai politik demi mempererat tali silaturahmi nasional sekaligus menjaga kebugaran fisik.
Dalam pidato sambutannya, ia secara khusus mengajak seluruh elite parpol dan peserta yang hadir untuk merefleksikan serta meneladani daya juang luar biasa dari para atlet Amputee Football (sepak bola diamputasi) yang tetap menunjukkan optimisme tinggi di tengah keterbatasan fisik.
“Saya berharap kita belajar banyak dari teman-teman Amputee Football. Pertama, bersyukur, bahagia, bangga, dan terima kasih kepada Partai Golkar, Partai PKS, Partai Prima, dan partai-partai lain yang berkenan hadir dalam rangka Hari Lahir PKB untuk bersama-sama menjaga kebugaran sekaligus bermain mini soccer,” ujarnya di hadapan para peserta turnamen.
Ia mengaku antusias mengikuti jalannya pertandingan persahabatan tersebut, mengingat dirinya sudah cukup lama absen dari aktivitas mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.
“Saya sendiri sudah sangat lama tidak main ini. Mudah-mudahan masih bisa ikut bermain. Dan tentu apresiasi atas kehadiran Bapak-bapak sekalian,” tuturnya.
Di tengah atmosfer pertandingan yang santai dan penuh keakraban, ia sempat melempar selingan candaan politik segar mengenai rivalitas historis antara partainya dengan Partai Golkar yang langsung memecah tawa para politisi lintas kubu.
“Kalau pengalaman main dengan Golkar, insyaallah PKB lebih unggul. Tapi belum tentu di pemilu ya. Tapi kalau di mini soccer, barangkali,” seloroh Ketum PKB tersebut yang disambut gelak tawa riuh para peserta di pinggir lapangan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa turnamen persahabatan antar-parpol ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan kompetisi olahraga biasa. Momentum ini sengaja didesain sebagai instrumen pencairan ketegangan politik guna memperkukuh jembatan komunikasi serta rajutan persaudaraan kebangsaan di tengah fluktuasi dinamika demokrasi Indonesia.
Ia menaruh harapan besar agar nilai-nilai sportivitas yang lahir dari lapangan hijau dapat diadopsi ke dalam panggung politik nasional, sekaligus memupuk optimisme kolektif terhadap kebangkitan prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional.
“Insya Allah Indonesia akan bermain di Piala Dunia. Cita-citanya Pak Prabowo itu, 2030. Kita ingin hari ini persahabatan semakin dalam, kesehatan semakin baik. Alhamdulillah,” pungkasnya menutup taklimat olahraganya.
sumber : PKB















