Bekasi, PR Politik – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa setiap arus investasi yang masuk ke tanah air wajib memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Penegasan tersebut diutarakan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, saat menghadiri peresmian fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (3/7).
“Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya perluasan kesempatan kerja. Fokus kita adalah memastikan agar pertumbuhan dunia usaha berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya di hadapan jajaran manajemen perusahaan.
Ia menjelaskan, peresmian fasilitas manufaktur anyar ini menjadi salah satu titik pantau instrumen pemerintah untuk menakar sejauh mana efektivitas pemanfaatan investasi terhadap perluasan kesempatan kerja lokal.
Pada tahap awal ekspansi yang bertajuk Proyek Kartini ini, PT Givaudan Indonesia mencatatkan penyerapan awal sebanyak 60 tenaga kerja baru. Namun, pada peta jalan tahap selanjutnya, fasilitas produksi baru tersebut ditargetkan mampu menyedot lapangan kerja yang jauh lebih masif bagi masyarakat sekitar.
“Kami Pemerintah menekankan agar komitmen penyerapan tenaga kerja ini terus berlanjut secara terukur pada tahap-tahap investasi berikutnya,” cetusnya memberikan catatan penting.
Di samping perkara kuantitas penyerapan tenaga kerja, pemerintah juga mengingatkan dengan tegas manajemen PT Givaudan Indonesia agar tidak mengabaikan kewajiban operasional yang selaras dengan standar ketenagakerjaan nasional. Parameter ini mencakup implementasi sistem pengupahan yang adil, pemenuhan jaminan hak-hak normatif buruh, serta penguatan jalinan komunikasi secara bipartit.
Pemerintah mendorong ruang dialog yang sehat bersama Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) PT Givaudan Indonesia guna mengunci hubungan industrial yang harmonis serta kondusif.
“Pemerintah terus mendorong agar setiap entitas bisnis, termasuk PT Givaudan Indonesia, mengedepankan prinsip bahwa keberhasilan investasi harus memberikan manfaat luas, terutama bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
sumber : Kemnaker RI















