Endang Agustina Soroti Ketimpangan Anggaran dan Pelayanan Polri, Minta Pembenahan Serius

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Endang Agustina | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Endang Agustina, melontarkan kritik tajam terhadap efektivitas penggunaan anggaran besar yang dialokasikan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Jaksa Agung dan Kapolri, Senin (7/7/2025), Endang menyoroti ketimpangan antara besarnya anggaran Polri dengan masih banyaknya keluhan masyarakat atas kinerja pelayanan institusi tersebut.

Rapat yang digelar di Gedung DPR RI ini membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026, termasuk evaluasi Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2024.

“Anggaran ini cukup besar. Pemerintah menaruh perhatian kepada Polri untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” ujar Endang, merujuk pada anggaran Polri yang mencapai Rp142 triliun, dengan realisasi saat ini baru sekitar Rp48 triliun.

Menurutnya, besarnya anggaran seharusnya berdampak langsung terhadap perbaikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa predikat “prima” yang disematkan kepada Polri harus benar-benar mencerminkan realitas di lapangan, bukan sekadar penghargaan formalitas.

“Mudah-mudahan, predikat ini adalah predikat yang sebenar-benarnya. Kita tidak ingin lagi mendengar keluhan-keluhan dari masyarakat terkait pelayanan Polri, harkamtibmas, dan pendekatan hukum,” tegas Endang.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Endang mengungkap bahwa media sosial masih dipenuhi dengan berbagai keluhan masyarakat terhadap pelayanan Polri, mulai dari penanganan kasus yang lambat hingga sikap aparat yang dinilai tidak profesional.

“Kalau kita perhatikan di media sosial, sekarang banyak sekali komplain-komplain yang dilakukan oleh masyarakat,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri tidak dapat dibeli dengan angka atau anggaran besar. Menurutnya, kepercayaan tersebut hanya bisa diraih melalui kerja nyata, integritas, serta pelayanan yang humanis dan profesional dari seluruh jajaran kepolisian.

Baca Juga:  Lalu Hadrian Irfani Apresiasi Kenaikan Gaji ASN, Desak Perhatian untuk Guru Honorer

“Yang kita harapkan adalah Polri menjadi aparat yang dicintai dan disegani oleh masyarakat,” tutup Endang Agustina.

Sumber: fraksipan.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini