Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Ellen Esther Pelealu, mengapresiasi capaian Perum BULOG dalam meningkatkan serapan gabah dan beras nasional yang dinilai berhasil mencapai target tinggi sepanjang tahun 2026.
Menurut Ellen, capaian serapan yang berhasil dilakukan BULOG menunjukkan kinerja yang positif dalam menjaga cadangan pangan nasional serta mendukung kesejahteraan petani melalui penyerapan hasil panen.
“Kami mengapresiasi bahwa dengan serapan yang cukup tinggi, target yang dicapai juga sungguh luar biasa,” tutur Ellen.
Meski memberikan apresiasi atas kinerja tersebut, Ellen mengingatkan bahwa keberhasilan BULOG tidak hanya diukur dari tingginya volume serapan gabah dan beras maupun besarnya stok yang tersimpan di gudang. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang tidak kalah penting adalah kemampuan menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Ia menegaskan bahwa harga beras yang beredar di masyarakat harus tetap berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sehingga manfaat dari kebijakan serapan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ellen menilai tingginya stok beras yang dimiliki BULOG seharusnya mampu mendukung stabilitas pasokan dan harga di pasar. Karena itu, ketersediaan stok yang melimpah tidak boleh berbanding lurus dengan kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
“Keberhasilan yang sudah dicapai, tentunya diukur juga dari harga akhir yang ada di tingkat konsumen. Jangan sampai beras dari Bulog banyak, tapi harga di pasar tidak sesuai HET,” lanjutnya.
Selain menyoroti aspek harga, Ellen juga meminta BULOG melakukan simulasi dan kajian lebih mendalam terkait dampak stok beras yang besar terhadap kondisi pasar. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan stok tidak menimbulkan dampak negatif bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Ia secara khusus meminta BULOG memperhatikan pengaruh kebijakan tersebut terhadap pedagang kecil serta memperhitungkan kondisi persediaan beras di gudang hingga akhir tahun 2026.
Dengan adanya simulasi dan perencanaan yang matang, Ellen berharap BULOG dapat memastikan bahwa keberadaan stok beras dalam jumlah besar benar-benar berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga dan penguatan ketahanan pangan nasional.
“Kami meminta kepada Bulog agar dapat membuktikan bahwa stok besar benar-benar dapat menurunkan harga, tidak (justru) menaikkan harga,” tutupnya.















