Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027, Anis Byarwati Komisi XI Minta Pemerintah Amankan Daya Beli dan UMKM

Tangerang, PR Politik – Pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027 dinilai memerlukan ditopang oleh daya beli masyarakat yang solid dan stabil. Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menegaskan bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga yang menopang lebih dari separuh struktur pertumbuhan ekonomi nasional wajib dijaga melalui strategi peningkatan pendapatan warga, pembukaan lapangan kerja baru, serta penguatan sektor UMKM.

Hal tersebut ditegaskan Anis usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Tangerang, Banten, Jumat (28/8).

“Pertumbuhan ekonomi 6 persen itu kan sangat bergantung dari banyak variabel. Terutama selama ini kita banyak bertumpu kepada konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga itu masih di atas 50 persen kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKS tersebut mendorong pemerintah untuk secara aktif memfasilitasi program pemulihan dan penguatan kemampuan belanja masyarakat. Langkah strategis tersebut mencakup pendampingan intensif bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga pencegahan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri.

“Usaha-usaha yang menimbulkan pendapatan dari masyarakat, misalnya masyarakat punya UMKM, kemudian harus dibantu. Atau lapangan kerja sehingga tidak muncul lagi PHK-PHK,” ujarnya.

Di samping mengamalkan konsumsi domestik, legislator dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta I tersebut menggarisbawahi bahwa pilar pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya bergantung pada satu variabel. Penguatan manufaktur, daya tarik investasi, serta kinerja ekspor wajib digerakkan secara beriringan.

“Industri juga penting, investasi juga demikian, kemudian ekspor kita juga tentunya itu juga penting untuk ditingkatkan. Jadi semua variabel pertumbuhan ekonomi itu harus meningkat,” jelasnya.

Mengakhiri keterangannya, ia mengingatkan bahwa tolok ukur keberhasilan pertumbuhan ekonomi hendaknya tidak diukur dari deretan angka statistik semata, melainkan dari dampak riil berupa peningkatan kesejahteraan serta pemerataan pendapatan di seluruh strata masyarakat.

Baca Juga:  Aleg PKS Alifudin Soroti Keracunan Massal Siswa di Sukoharjo dan Minta Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

“Yang penting bagaimana angka itu bisa bertambah langsung kepada masyarakat. Karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi kan tidak otomatis dirasakan oleh seluruh warga negara,” tegasnya.

sumber : Fraksi PKS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini