Diplomasi Seoul: Presiden Prabowo Amankan Investasi Rp174 Triliun dan Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan

Seoul, PR Politik – Republik Indonesia dan Republik Korea resmi membuka lembaran baru dalam hubungan diplomatik melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul pada Rabu (1/4). Kunjungan ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menyandang status Special Comprehensive Strategic Partnership (Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus) dengan Negeri Gingseng tersebut.

Dalam rangkaian pertemuan di Seoul, Presiden Prabowo Subianto disambut secara resmi oleh Presiden Republik Korea, Lee Jae-myung. Kedua pemimpin negara tersebut menggelar pertemuan bilateral intensif guna membahas penguatan sektor-sektor prioritas serta isu strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Kunjungan ini menghasilkan kesepakatan konkret yang signifikan bagi perekonomian nasional. Sebanyak 10 Memorandum of Understanding (MoU) antar-pemerintah disepakati, mencakup bidang pertahanan, ekonomi digital, transisi energi, hingga infrastruktur hijau.

Selain kerja sama antar-pemerintah, sektor swasta turut mencatatkan prestasi melalui penandatanganan 17 MoU antarpelaku bisnis. Nilai investasi yang diamankan mencapai Rp174 triliun atau setara dengan USD 10,268 miliar.

“Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, bersamaan dengan penandatanganan beberapa perjanjian penting, mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama yang mengikat kedua negara kita,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas kontribusi besar dalam mempererat hubungan bilateral, Pemerintah Republik Korea menganugerahkan tanda kehormatan “The Grand Order of Mugunghwa” kepada Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan ini merupakan simbol penghormatan mendalam dan kepercayaan tinggi Korea Selatan terhadap kepemimpinan Indonesia di kancah internasional.

Presiden Lee Jae-myung menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra kunci bagi negaranya, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas dunia. Kedua pemimpin sepakat bahwa integrasi ekonomi yang saling menguntungkan akan menjadi motor penggerak perdamaian di kawasan.

Baca Juga:  Wamenhan Buka Admin Game Swasembada Pangan, Uji Kesiapsiagaan Hadapi Krisis

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan jamuan kenegaraan di Blue House. Di lokasi bersejarah tersebut, kedua kepala negara kembali menegaskan komitmen persahabatan jangka panjang yang berlandaskan pada solidaritas dan rasa saling menghormati. Indonesia menekankan pentingnya visi masa depan bersama guna menghadapi tantangan global.

Kunjungan kenegaraan ini berhasil mempertegas posisi tawar Indonesia di Asia Timur, sekaligus menjadi momentum akselerasi kolaborasi teknologi dan ekonomi yang diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru