Bukan Sekadar Kejar Pendapatan Tinggi, Presiden Prabowo Prioritaskan Kualitas Hidup Lewat Sekolah Rakyat

Bogor, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa orientasi pembangunan nasional di bawah kepemimpinannya tidak hanya terpaku pada ambisi menjadi negara berpendapatan tinggi. Hal utama yang menjadi parameter keberhasilan pemerintah adalah peningkatan kualitas hidup rakyat secara nyata dan merata.

Visi tersebut dipaparkan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Senin (2/2). Dalam forum yang dihadiri ribuan pejabat tersebut, Presiden menekankan bahwa kecukupan pangan, kesehatan, dan pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi.

“Kriteria kita adalah maju dan modern, di mana seluruh rakyat mengalami kualitas hidup yang baik. Kita tidak bermimpi hidup seperti negara lain. Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup dengan kualitas yang baik,” katanya.

Salah satu instrumen kunci dalam strategi ini adalah program Sekolah Rakyat. Program inovatif ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga paling rentan dengan sistem asrama penuh guna memastikan mereka mendapatkan pendidikan terbaik dan keluar dari jerat kemiskinan.

“Anak-anak dari kelompok yang paling tidak mampu kita sekolahkan dalam sekolah berasrama. Kita beri pendidikan yang terbaik. Anak-anak yang tidak mungkin sekolah, kita ambil semua. Tidak boleh ada anak di jalanan yang tidak sekolah,” tegasnya.

Hingga awal 2026, Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 lokasi yang tersebar di 131 kabupaten/kota di 34 provinsi. Pemerintah menargetkan ekspansi besar-besaran dengan target 500 sekolah pada tahun 2029 yang mampu menampung hingga 500.000 anak.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang membuka acara tersebut, menjelaskan bahwa Rakornas ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah pemerintah daerah dengan visi Asta Cita Presiden. Tahun 2026 dinilai sebagai fase krusial dalam pelaksanaan RPJMN 2025–2029.

Baca Juga:  Dorong IKM Go Digital, Kemenperin Kenalkan Teknologi AI untuk Perkuat Pemasaran di Batam

“Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029 sebagai penjabaran dari visi Asta Cita Presiden. Dalam satu tahun pertama, sudah banyak capaian yang dirasakan dan diketahui publik,” ujarnya.

Rakornas ini diikuti oleh 4.011 peserta, termasuk jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, Panglima TNI, dan Kapolri. Setelah sesi arahan Presiden, forum dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai kedaulatan energi, swasembada pangan, Program Makan Bergizi Gratis, hingga peran penegakan hukum dalam mengawal proyek strategis nasional.

sumber : Kemensos RI