Jakarta, PR Politik – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, bersama Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2026 di Jakarta, Senin (24/8).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kontribusi dan langkah konkret GPEI yang konsisten mendorong penguatan kinerja ekspor nasional melalui sinergi serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha.
Apresiasi tersebut didasari oleh capaian positif perdagangan luar negeri Indonesia. Sepanjang Semester I-2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia tercatat mencapai USD 134,58 miliar, sedangkan nilai impor nonmigas berada di angka USD 115,23 miliar. Hasil tersebut membukukan surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD 19,35 miliar.
Ia menegaskan pentingnya konsistensi dalam menggarap pasar ekspor melalui sejumlah langkah strategis, antara lain diversifikasi negara tujuan ekspor, pemanfaatan pendekatan berbasis market intelligence, peningkatan nilai tambah produk melalui program hilirisasi, serta penguatan daya saing produk Indonesia di dalam rantai nilai global (global value chain).
Guna mendukung percepatan penetrasi produk lokal, Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperluas akses pasar di tingkat internasional melalui pembentukan berbagai perjanjian perdagangan bilateral maupun multilateral. Selain itu, Kemendag mempererat integrasi bersama GPEI dengan mengoptimalkan peran Export Center sebagai jembatan penghubung antara potensi komoditas daerah dan pasar dunia.
Dalam agenda pembukaan Rakernas GPEI tersebut, Mendag Budi Santoso didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi.
sumber : Kemendag















