Buka Akses Pasar EAEU, RI dan Belarusia Gelar Forum Bisnis Guna Pacu Realisasi Investasi

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Perdana Menteri Republik Belarus, Viktor Karankevich dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menghadiri Forum Bisnis Indonesia dan Belarusia di Jakarta, Selasa (30 Jun).

Jakarta, PR Politik – Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Wakil Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Forum Bisnis Indonesia dan Belarusia di Jakarta, Selasa (30/6). Forum strategis ini mempertemukan jajaran pemerintah, kamar dagang, serta pelaku usaha dari kedua negara untuk memperkuat kemitraan ekonomi, memperluas jejaring bisnis, sekaligus mengidentifikasi peluang perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

Belarusia merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia di kawasan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Hubungan ekonomi kedua negara diproyeksikan bakal semakin meningkat melalui implementasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (IEAEU FTA) yang dirancang untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kepastian berusaha, serta memperkuat konektivitas ekonomi bilateral.

Melalui forum ekonomi ini, Indonesia dan Belarusia diharapkan dapat mempererat kolaborasi taktis antara birokrasi pemerintah dan dunia usaha. Langkah ini ditujukan untuk mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang konkret di lapangan, serta membuka lebih banyak peluang perdagangan hulu-hilir yang memberikan kemaslahatan ekonomi bagi kedua belah pihak.

Pertemuan tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Belarus Mikhail Miatlikov serta Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Tjahaja Riady. Kehadiran para tokoh pelaku usaha papan atas ini menjadi sinyal kuat kesiapan sektor swasta dalam mengeksekusi peluang investasi pasca-penandatanganan perjanjian dagang antarnegara.

sumber : Kemendag RI

Baca Juga:  Kementerian Komunikasi dan Digital Panggil Co-Founder Jagat Tindak Lanjuti Kontroversi 'Berburu Koin'