Jakarta, PR Politik – Istana Kepresidenan Jakarta menerima kunjungan sejumlah santri dan pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin dalam program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kamis (25/06). Dalam kunjungan tersebut, para santri mengungkapkan antusiasme dan apresiasi atas kesempatan istimewa untuk melihat langsung pusat pemerintahan negara.
“Menurut saya ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi hidup saya karena tidak sembarang orang bisa masuk ke sini,” ungkap Kanza, salah satu santri yang ikut dalam rombongan.
Selama kunjungan berjalan, para santri dan pengajar diajak berkeliling ke berbagai sudut kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Mereka diarahkan untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa, fungsi berbagai bangunan di lingkungan istana, hingga koleksi benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi untuk memperkaya wawasan sejarah dan kebangsaan para peserta.
Indana, santri lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak pelajaran berharga melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan Istana Kepresidenan.
“Sejauh perjalanan kami ini, kami mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari istana merdeka ini. Dan kita mendapat pejalaran yang amat penting dan kita bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan apa yang kita dapatkan di sini,” ujarnya.
Selain memperoleh pengetahuan baru, para santri juga mengaku terkesan dengan suasana dan arsitektur bangunan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Pasangan santri Zahira Rania dan Syifa mengungkapkan kekaguman mereka sejak pertama kali memasuki kawasan tersebut.
“Tadi pas masuk gerbangnya itu udah bagus banget, udah keren banget, view-nya bagus banget. Jadi, kita enggak nyangka juga bakalan ada di sini,” ungkap keduanya.
Kekaguman serupa juga disampaikan oleh Rafli. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini membuat dirinya memahami bahwa kompleks Istana Kepresidenan tidak hanya terdiri atas bangunan istana utama, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas dan lembaga pendukung jalannya pemerintahan.
“Alhamdulillah setelah kami mengelilingi Istana Presiden ternyata begitu banyak bangunan-bangunan yang berdiri begitu banyak bangunan yang tidak hanya terdiri dari Istana Presiden, tetapi banyak yang lain-lain seperti Sekretariat Militer, Wakil Presiden dan lain-lain serta kita menjadi mengetahui tupoksi jajaran para kabinet kerjanya seperti apa saja,” tuturnya.
Melihat dampak positif yang dirasakan para pelajar, Ustazah Meilana Sahara, salah satu pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin, berharap program ini dapat dipertahankan secara konsisten. Langkah ini dinilai penting agar semakin banyak pelajar di Indonesia yang memperoleh kesempatan belajar mengenal sejarah dan sistem pemerintahan secara langsung.
“Harapan ke depannya mungkin terus berjalan dan berlanjut karena ini sangat mengedukasi kami, khususnya para pelajar dan lembaga pendidikan utamanya pesantren, mewakili pesantren, karena bisa melihat lebih dekat lagi bagaimana pemerintahan ini menjalani program-program,” ucapnya memungkasi pernyataannya.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda. Melalui pengenalan lingkungan istana secara langsung, program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebangsaan, pemahaman tata kelola negara, serta kecintaan terhadap tanah air sejak dini.















