Buka ADEXCO dan GFSR 2026, Wamen ESDM Yuliot Tegaskan Mitigasi Bencana Sebagai Investasi Pembangunan

Jakarta, PR Politik – Keselamatan masyarakat menjadi perhatian mendasar di tengah meningkatnya risiko bencana yang semakin kompleks sebagai dampak dari perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial. Pemerintah mendorong akselerasi langkah mitigasi melalui pembiayaan ketangguhan, penguatan sistem peringatan dini yang inklusif, serta konsolidasi kerja sama lintas sektor maupun internasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menyampaikan arahan tersebut saat membuka gelaran The 5th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) serta The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).

Forum bertema “Putting People at the Centre of Resilience” ini dihadiri oleh Wakil Menteri Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, serta para perwakilan organisasi internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ASEAN, hingga Pacific Islands Forum.

“Hari ini kita tidak lagi bicara tentang bencana hanya sebagai kejadian alam yang berdiri sendiri. Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial telah menyatu menjadi satu ancaman sistemik yang masif. Kita harus ingat bahwa every day counts. Menunda mitigasi risiko bencana hari ini berarti menumpuk korban jiwa di masa depan,” ujarnya.

Di samping perumusan kerangka strategis, Wamen ESDM turut menyoroti maraknya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Karhutla tersebut tidak hanya merusak ekosistem dan mengganggu kesehatan publik, tetapi juga mengancam keberlangsungan infrastruktur vital ketenagalistrikan serta pertambangan minyak dan gas bumi.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi atas respons sigap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengamankan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari paparan karhutla.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Panggil Pimpinan TNI dan Menteri di Hambalang, Bahas Situasi Nasional

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPB atas respon cepatnya dalam memadamkan kebakaran hutan di wilayah kerja migas Tangguh Bintuni, Provinsi Papua Barat,” tuturnya.

Melalui konferensi ADEXCO dan GFSR 2026 ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat merumuskan kesepakatan dan komitmen aplikatif guna memperkokoh daya tahan masyarakat menghadapi ancaman bencana di masa depan.

sumber : ESDM

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini