Jakarta, PR Politik – Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN), Hendro Kusumo, menyoroti pentingnya Infrastruktur Mutu Nasional sebagai instrumen utama dalam memajukan industri, khususnya di sektor kendaraan listrik. Hal ini disampaikannya dalam International Battery Summit (IBS) 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurut Hendro, keberhasilan produk kendaraan listrik Tiongkok yang merajai pasar global tak lepas dari peran infrastruktur mutu sebagai pendorong utama. Ia menyebutkan, berdasarkan survei UNIDO, infrastruktur mutu Tiongkok naik ke peringkat pertama dunia pada 2024, dari sebelumnya peringkat kedua pada 2023. Hal ini membuat berbagai industri manufaktur Tiongkok makin berdaya saing dan mampu menembus pasar ekspor.
“Sementara itu, Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Dari posisi ke-27 pada tahun 2023, naik ke peringkat ke-18 pada tahun 2024. Ini merupakan modal strategis nasional yang telah ada dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing nasional,” jelas Hendro.
Hendro menekankan bahwa standardisasi, sebagai salah satu pilar Infrastruktur Mutu, sangat penting untuk melindungi konsumen dan memberikan keyakinan akan produk yang aman. Ini juga memperlancar arus perdagangan ke pasar internasional. “BSN secara konsisten mengembangkan Standar Nasional Indonesia, baik secara mandiri maupun mengadopsi standar internasional atau yang relevan yang berkaitan langsung dengan aspek-aspek keselamatan, termasuk untuk berbagai tipe baterai kendaraan listrik,” terangnya.
Dengan adanya regulasi dan tata kelola standardisasi yang kuat, diharapkan produsen kendaraan listrik dapat menghasilkan produk yang aman dan memiliki performa handal. Acara yang interaktif ini turut dihadiri oleh Direktur Pengembangan Standar BSN, Agustinus Praba Drijarkara, serta perwakilan dari industri dan asosiasi terkait ekosistem kendaraan listrik.
sumber : BSN RI















