Bidik Transaksi Rp89,3 Miliar, Kemenpar dan KJRI Guangzhou Gelar MICE Sales Mission di Shenzhen-Zhuhai

Shenzhen, PR Politik – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan agenda MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) Sales Mission yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata RI di kota Shenzhen dan Zhuhai, Tiongkok Selatan. Kegiatan promosi pariwisata ini dirancang untuk mendongkrak kuantitas kunjungan wisatawan bisnis (corporate travelers) asal Tiongkok melalui kemitraan strategis yang mempertemukan enam seller (pelaku industri pariwisata) asal Indonesia dengan sekitar 80 korporasi mitra setempat.

Dalam sambutan pembukaannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Konjen RI di Guangzhou memaparkan bahwa agenda Sales Mission ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan industri pariwisata Indonesia secara langsung dengan pasar industri MICE Tiongkok demi membina kemitraan yang saling menguntungkan. Pemilihan Shenzhen dan Zhuhai sebagai lokasi pelaksanaan didasarkan pada potensi ekonomi yang sangat besar di wilayah Tiongkok Selatan, yang secara nasional terbukti berkontribusi sekitar 30% dari total nilai hubungan perdagangan dan investasi Tiongkok ke Indonesia.

Konektivitas udara antara Indonesia dan Tiongkok bagian selatan saat ini dilaporkan semakin mapan dengan tercatatnya 59 jadwal penerbangan per minggu. Jaringan transportasi udara yang padat ini dioperasikan oleh maskapai komersial papan atas seperti China Southern, Garuda Indonesia, TransNusa, dan Spring Air. Infrastruktur ini menghubungkan langsung wilayah Shenzhen dan Zhuhai (melalui hub Guangzhou) dengan berbagai kota besar di Indonesia, sehingga memudahkan mobilisasi para delegasi bisnis internasional.

Pada tahun 2026, Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan MICE asal Tiongkok mampu menyentuh angka 345.200 orang. Target besar ini disokong penuh oleh kesiapan fasilitas domestik yang dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi 150 event MICE berskala internasional.

Pelaksanaan promosi intensif di kedua kota industri Tiongkok tersebut terbukti sangat produktif dengan langsung menghasilkan potensi kedatangan sebanyak 27.250 pengunjung. Selain itu, pameran ini sukses mengamankan total potensi transaksi sebesar Rp89,3 miliar, serta proyeksi perkiraan rata-rata pengeluaran (spending) belanja mencapai USD1.213 per kapita. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi nasional pada sektor industri pariwisata premium.

Baca Juga:  Kemenperin Tetapkan Industri Olahraga Jadi Motor Baru Manufaktur Nasional Lewat ISS 2025

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini