Bakar Semangat Bela Negara ASN, Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema Pimpin Pembaretan Komponen Cadangan

Jakarta, PR Politik – Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabacadnas Kemhan RI), Letjen TNI Gabriel Lema, memimpin langsung puncak prosesi Malam Pengukuhan Api Semangat Kebangsaan Komponen Cadangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Agenda sakral militer tersebut diorkestrasi secara khidmat di markas Batalyon Komando 461 Kopasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (2/6).

Rangkaian acara diawali dengan sesi renungan suci yang didesain khusus untuk menggugah rasa empati, rajutan persaudaraan, serta rasa cinta Tanah Air yang mendalam dari para peserta Komponen Cadangan (Komcad). Suasana haru dilaporkan menyelimuti momen tersebut saat ratusan abdi negara merenungkan kembali pengorbanan orang tua serta urgensi menjaga persatuan di tengah pluralitas keberagaman bangsa.

Puncak prosesi ditandai secara simbolis melalui penyalaan api unggun utama oleh Kabacadnas, yang bertindak sebagai lambang dari kobaran semangat perjuangan abadi. Kegiatan kemudian diakselerasi dengan upacara tradisi berupa penyiraman air bunga, pemakaian baret (pambaretan), serta penyematan brevet khusus kepada perwakilan peserta sebagai visualisasi nyata atas kesiapan moral, mental, dan fisik mereka dalam menghadapi draf ancaman terhadap pertahanan negara.

Menutup draf rangkaian acara kedinasan tersebut, seluruh peserta secara serentak menggemakan ikrar kesetiaan mutlak kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diiringi komitmen penuh untuk mengabdi demi kejayaan bangsa di kancah siber maupun lapangan.

Dalam amanatnya, Letjen TNI Gabriel Lema melayangkan pesan kebangsaan yang menekankan tiga pilar utama, yakni ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kultur gotong royong, dan ketajaman kedisiplinan militer. Jenderal bintang tiga ini mempertegas bahwa status Komponen Cadangan yang kini melekat pada korps ASN tersebut memikul draf tanggung jawab geopolitik yang besar.

Baca Juga:  Menpora Erick Thohir Lepas Kontingen Indonesia ke AYG dan ISG 2025, Tekankan Mindset Juara

“Komponen Cadangan bukan sekadar status, melainkan kehormatan dan tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan Indonesia,” tegasnya dalam draf pidato arahannya.

Perhelatan upacara pengukuhan berskala makro ini diproyeksikan mampu bertindak sebagai momentum kuat guna memperkokoh loyalitas vertikal, mempertebal integritas moral, serta menyinkronkan kesiapsiagaan seluruh elemen pertahanan nasional dalam mengawal stabilitas negara.

sumber : Kemhan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini