Atasi 2.131 Ton Sampah Bandung Raya, Groundbreaking PSEL Legok Nangka Garap Proyek Waste-to-Energy Rp7,2 Triliun

Bandung, PR Politik – Timbunan sampah sebanyak 2.131 ton per hari yang diproduksi dari enam kabupaten dan kota di Jawa Barat kini memasuki babak baru. Lewat pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, limbah perkotaan tersebut ditargetkan tidak lagi sekadar menumpuk di tempat pemrosesan akhir, melainkan dikonversi menjadi energi listrik berkapasitas 40,79 megawatt sekaligus memangkas beban pencemaran lingkungan.

Pembangunan proyek di kawasan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, resmi dimulai pada Rabu (29/7) melalui prosesi groundbreaking. Agenda tersebut dihadiri secara langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, yang hadir mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa penanganan sampah perkotaan secara terpadu merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagaimana telah instruksikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam banyak kesempatan untuk menyelesaikan persoalan sampah perkotaan secara menyeluruh sebelum tahun 2029 melalui skema hulu hilir dan dapat menjadikan sampah sebagai sumber energi (Waste to Energy),” katanya.

Langkah taktis ini diambil agar persoalan sampah tidak berlarut-larut, mengingat akumulasi limbah yang terabaikan rawan memicu krisis lingkungan hidup seperti bencana tanah longsor hingga kebakaran TPA.

“Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Ia membidik PSEL Legok Nangka agar mampu menjadi percontohan (role model) nasional dalam pengembangan teknologi waste-to-energy yang adaptif untuk direplikasi di wilayah lain.

“Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Mensos Apresiasi Upaya Jawa Timur Wujudkan Arahan Presiden Entaskan Kemiskinan

Senada dengan Wamen ESDM, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuturkan bahwa PSEL Legok Nangka yang diproyeksikan beroperasi penuh pada tahun 2029 akan menorehkan tiga manfaat utama: mengurai krisis sampah di kawasan Bandung Raya, mengalirkan pasokan listrik bersih bagi warga dan industri, serta mewujudkan ekosistem lingkungan yang lebih sehat.

Proyek ramah lingkungan bernilai investasi USD 400 juta atau setara Rp7,2 triliun ini dirancang memiliki kapasitas daya mencapai 40,79 megawatt.

Selama masa konstruksi yang memakan waktu 41 bulan, proyek strategis ini diperkirakan akan menyerap 1.565 tenaga kerja lokal serta berkontribusi nyata menekan potensi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen.

sumber : ESDM RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini