Apresiasi Kesetaraan dan Kreativitas, Kemensos Buka Disability Art Festival 2025

Jakarta, PR Politik – Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI, Mohammad O. Royani, membuka secara resmi acara ‘Disability Art Festival 2025’ di Epiwalk Lifestyle Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, yang berlangsung dari 24 hingga 30 November 2025. Festival ini menjadi ajang dan ruang apresiasi bagi para seniman penyandang disabilitas untuk memamerkan karya terbaik mereka melalui pameran lukisan, pertunjukan seni, serta aktivitas kreatif lainnya.

Mohammad O. Royani menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival yang mengangkat nilai inklusi dan kesetaraan. Ia berharap ruang-ruang ekspresi seperti ini akan terus berlanjut.

“Kami apresiasi terhadap pelaksanaan festival yang mengangkat nilai inklusi dan kesetaraan. Juga, kami berharap akan terus ada keberlanjutan ruang-ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas seperti ini,” ucapnya.

Menurutnya, festival seni dan budaya ini bukan sekadar ajang seni, melainkan bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan luar biasa yang harus didukung.

“Kami berharap festival seperti ini bisa menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat inklusi sosial di Indonesia,” harapnya.

Kepala STPL Bekasi Wahyu Dewanto dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang strategis guna mendorong pemberdayaan dan kreativitas penyandang disabilitas.

“Festival ini membuktikan kreativitas disabilitas tidak hanya layak diapresiasi, tetapi jadi inspirasi bagi masyarakat luas. Juga, kegiatan ini membuka kesempatan baru dan meningkatkan kepercayaan diri para seniman disabilitas, serta STPL Bekasi terus memperkuat berbagai program yang memberi ruang berkarya dan berdaya bagi mereka,” terangnya.

Rangkaian Disability Art Festival 2025 dimeriahkan dengan performance membanggakan dari para disabilitas, termasuk musik dan tari-tarian dari Pinky Awahita; Sekawan (finalis AMI Award 2025); DISNET BAND; serta Tarian Art of Ceria.

Sebanyak 79 buah lukisan dipamerkan, dengan 58 di antaranya merupakan hasil karya seniman disabilitas asal Jakarta, Banten, Yogyakarta, Bengkulu, Sumbar, dan seniman umum, yang merupakan penerima manfaat ATENSI dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Sentra Handayani, dan Sentra Mulyajaya.

Baca Juga:  Kinerja ESDM On Track: PNBP Capai Rp200,66 T per 10 November 2025, Anggaran 2026 Fokus Program Pro-Rakyat

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial, Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Komunitas Disabilitas, dan berbagai lembaga pegiat disabilitas lainnya. Melalui festival ini, diharapkan kepercayaan diri serta peluang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku seni disabilitas semakin kuat, sekaligus mengajak masyarakat lebih mengenal dan menghargai keberagaman kreativitas tanpa batas.

sumber : Kemensos RI

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru