Yogyakarta, PR Politik – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, melakukan kunjungan kerja ke dua entitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berprestasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Cokelat nDalem dan Base Artisan, Kamis (23/7). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung potensi produk lokal yang sukses menembus rantai pasok pasar global.
Kedua UMKM tersebut mencatatkan rekam jejak ekspor yang impresif. Base Artisan Kotagede diketahui telah mengekspor produk tas berbahan alami secara berkelanjutan ke Jepang sejak tahun 2015, serta secara rutin memasok kebutuhan pasar Kanada.
Sementara itu, Cokelat nDalem berhasil mengapalkan biji kakao premium (premium cocoa beans) ke Singapura pada periode 2017–2019, dan pada tahun 2026 ini sukses mengekspor produk cokelat praline ke Malaysia melalui skema private label.
Para pelaku usaha menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan (Kemendag), khususnya melalui skema business matching dan partisipasi dalam pameran dagang yang terbukti membuka keran ekspor. Mereka berharap pendampingan Kemendag dapat terus diperkuat ke depan, terutama pada pembukaan akses pameran kelas dunia dan perluasan jejaring pembeli (buyer) potensial.
Menanggapi aspirasi tersebut, ia menegaskan komitmen Kemendag untuk memperluas cakupan promosi dagang dan memberikan asistensi pendampingan ekspor secara berkelanjutan.
Langkah ini dirancang agar semakin banyak produk UMKM Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendongkrak nilai tambah produk nasional.
Inisiasi penguatan UMKM berorientasi ekspor ini diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah berbasis ekonomi kreatif. Dalam agenda peninjauan tersebut, Mendag turut didampingi oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag, N.M. Kusuma Dewi.
sumber : Kemendag RI















