Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muslimin Bando, meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menempatkan petugas dan penelitinya di daerah agar hasil riset dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muslimin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI bersama Kepala BRIN, Arif Satria, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1). Ia menilai riset dan inovasi tidak seharusnya berhenti pada kajian akademik, tetapi harus dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
“Cuma saja hasil riset dan inovasi yang kita hasilkan ini kan bukan sekadar untuk kepentingan penelitian, tetapi untuk dimanfaatkan dan dilaksanakan oleh masyarakat, misalnya dalam bidang pertanian, perikanan, perkebunan, obat-obatan, bibit, dan sebagainya,” ujar Muslimin.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat maupun pemerintah daerah sering mengalami kesulitan untuk berkomunikasi langsung dengan BRIN karena minimnya kehadiran petugas di wilayah daerah.
“Yang terasa bagi kami selama ini ialah kami berjauhan dengan petugas BRIN. Jadi di mana kita harus mengadu? Di mana kita harus bertanya?” kata Muslimin.
Legislator PAN tersebut juga menyinggung kebijakan beberapa tahun terakhir yang memusatkan seluruh petugas BRIN di Jakarta. Ia mempertanyakan kebijakan tersebut dan mendorong agar peneliti kembali ditempatkan di berbagai daerah sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh pendampingan dan informasi.
“Karena kebijakan tahun-tahun kemarin ditarik semua ke Jakarta petugas BRIN, ini kami mau tanya, bagaimana kalau dikembalikan ke daerah petugas-petugas itu sehingga kalau kami mau bertanya, bisa dekat-dekat kami bertanya,” ucapnya.
Menurut Muslimin, apabila riset hanya difokuskan untuk kepentingan akademik semata, pemusatan peneliti di ibu kota mungkin tidak menjadi persoalan. Namun, jika hasil riset diharapkan mampu mendorong pengembangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka keberadaan peneliti di lapangan menjadi sangat penting.
“Kalau hanya untuk penelitian saja, hasil riset kita biarlah di pusat. Tetapi kalau mau pengembangan daerah dan dimanfaatkan betul oleh daerah, dekatkan orang-orang kita di sana untuk tempat bertanya sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.















