Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani meminta para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di kawasan Timur Tengah untuk segera berkoordinasi dan melaporkan diri kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara penempatan. Langkah tersebut dinilai penting agar posisi dan kondisi mereka dapat terpantau secara optimal.
“Sebaiknya WNI yang ada di sana berkomunikasi dengan kedutaan, agar posisi mereka terpantau KBRI, namun sampai hari ini menurut KBRI kondisi WNI masih aman,” kata Irma di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Irma menegaskan bahwa aspek keselamatan PMI di Timur Tengah menjadi prioritas utama, terutama di tengah situasi geopolitik yang memanas. Negara, menurutnya, harus memastikan langkah-langkah terbaik diambil untuk melindungi warga negara dari berbagai kemungkinan yang merugikan.
“Tentu keselamatan warga negara dan pekerja migran menjadi penting bagi negara saat ini. Kedutaan Besar Indonesia di Teheran sudah berkomunikasi dengan Kemlu terkait hal tersebut,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja Kementerian Migran, lanjut Irma, Komisi IX DPR RI terus mengingatkan agar seluruh warga negara Indonesia yang berada di kawasan terdampak meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah preventif sesuai arahan otoritas resmi.
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior.
Sebagai respons, Iran menyatakan akan membalas Amerika Serikat dan Israel dengan meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat, termasuk di Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk perlindungan terhadap PMI yang berada di kawasan tersebut.















