Jakarta, PR Politik (20/11) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ananda Tohpati, mendesak Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk segera mengantisipasi dampak perubahan iklim yang dapat mengancam produksi pangan nasional. Menurutnya, anomali cuaca seperti peningkatan frekuensi El Nino telah berdampak signifikan pada hasil pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.
“Bapanas perlu mengembangkan kebijakan adaptif, termasuk penerapan teknologi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim dan diversifikasi sumber pangan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu,” ujar Ananda dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Ananda menyoroti berbagai tantangan sektor pangan, mulai dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat hingga ketergantungan pada impor komoditas strategis seperti kedelai dan gula. Ia menegaskan pentingnya modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas domestik.
“Bapanas harus memastikan bahwa produksi pangan domestik mampu memenuhi permintaan yang semakin besar. Hal itu memerlukan peningkatan produktivitas melalui modernisasi, penggunaan benih unggul, dan optimalisasi lahan,” tandasnya.
Terkait ketergantungan pada impor, Ananda menilai hal ini membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga internasional dan gangguan pasokan. Ia mendorong swasembada pangan melalui peningkatan produksi lokal dan pengembangan komoditas alternatif yang dapat menggantikan produk impor.
Selain itu, Ananda Tohpati juga menekankan pentingnya penguatan sistem logistik dan distribusi pangan. Inefisiensi dalam sistem ini dinilai menjadi penyebab disparitas harga antarwilayah dan tingginya kehilangan hasil pascapanen.
“Infrastruktur logistik perlu diperkuat, termasuk pembangunan gudang penyimpanan yang memadai dan pengembangan rantai pasokan yang efisien untuk memastikan distribusi pangan yang merata dan mengurangi pemborosan,” lanjutnya.
Baca Juga: Frederik Kalalembang Tekankan Pentingnya Pimpinan KPK yang Kredibel dan Berorientasi Ekonomi
Wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor) ini juga mengingatkan perlunya pengendalian inflasi pangan, peningkatan kualitas gizi, diversifikasi konsumsi, serta penguatan kelembagaan dan tata kelola pangan.
“Koordinasi antarinstansi dan pemangku kepentingan seringkali kurang optimal. Bapanas harus memperkuat kelembagaan dan tata kelola pangan melalui peningkatan koordinasi lintas sektor,” tegas Ananda.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Ananda mendorong Bapanas mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup seluruh aspek produksi, distribusi, konsumsi, dan tata kelola pangan.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan pada 2025 dan seterusnya,” pungkasnya.
Sumber: fraksinasdem.org















