Akselerasi Pemulihan Pasca-Banjir Jawa Tengah, Kementerian PU Pasang Jembatan Bailey di Pemalang

Pemalang, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Fokus utama penanganan saat ini adalah pemulihan akses jalan dan jembatan guna memastikan distribusi bantuan serta mobilitas masyarakat tidak terputus.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas merupakan prioritas darurat untuk menormalkan denyut nadi ekonomi dan sosial warga.

“Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih,” katanya.

Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (23/1) malam tersebut merusak sedikitnya 25 jembatan di Kabupaten Pemalang, dengan 13 di antaranya terputus total. Wilayah terdampak parah meliputi Desa Penakir, Gunungsari, dan Jurangmangu.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan alat berat dan material jembatan Bailey untuk mengatasi hambatan akses tersebut.

“Kami bersama Kadis PU Pemalang melakukan pengecekan di lokasi. Dari Kementerian PU melalui BBPJN Jateng-DIY turut membantu mengusahakan hari ini bisa mendatangkan 1 excavator, 1 wheel loader dan 2 dump truck, serta kami siapkan Jembatan Bailey yang akan kita plot di dua atau tiga lokasi agar akses tanggap darurat bisa berjalan terlebih dahulu, dan kami akan mendetailkan kembali langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.

Selain di Pemalang, Kementerian PU juga mengerahkan armada buldozer dan ekskavator ke Kabupaten Purbalingga untuk membersihkan jalur yang tertimbun longsor. Langkah ini dilakukan menyusul penetapan status Tanggap Bencana oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Karangreja dan Mrebet.

Baca Juga:  Sebut Ketidakpastian Global Jadi New Normal, Wamenkeu Suahasil Ajak ASEAN Perkuat Dagang Intra-Kawasan

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemda DPUPR Kabupaten Purbalingga, kami segera memobilisasi alat berat 2 buldozer, 2 dump truck dan besok kita kirimkan PC 200 untuk mengatasi banjir dan longsor di area Purbalingga ini. Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemda untuk mobilisasi alat yang dibutuhkan di lokasi,” tambahnya.

Sinergi antara Kementerian PU, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan penanganan darurat di lereng Gunung Slamet dan aliran Sungai Comal dapat tuntas dalam waktu singkat demi pemulihan aktivitas warga secara total.

sumber : Kemenpu RI