Ahmad Sahroni Pastikan Pengawalan Kasus Penembakan oleh Oknum Polisi di Kalimantan Tengah

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik (21/12) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus penembakan oleh oknum polisi terhadap warga di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Komisi III akan terus mengawal kasus ini. Jika dilihat ada sedikit saja kejanggalan dalam prosesnya, pasti akan menjadi atensi bersama,” kata Sahroni, Kamis (19/12/2024).

Sahroni, yang juga Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI, menilai bahwa proses hukum yang dilakukan sudah tepat. Ia mengapresiasi tindakan pihak berwajib yang telah memecat Brigadir AK, pelaku utama penembakan yang disertai pencurian.

“Sejauh ini, pelaku utamanya kan sudah di-PTDH. Tinggal selanjutnya kita pastikan bahwa ia mendapat hukuman pidana maksimal, tidak boleh ada perlakuan khusus atau hal-hal lainnya. Dan seluruh jajaran Polda Kalteng harus pastikan itu. Karena nama baik institusi tengah dipertaruhkan,” ujarnya.

Sahroni juga mendorong Polda Kalteng untuk memproses semua pihak yang terlibat dalam kasus penembakan tersebut. Terbaru, polisi telah menetapkan H, sopir taksi online sekaligus pelapor, sebagai tersangka baru dalam kasus ini.

“Kita harus pastikan hukum ditegakkan. Seret semua yang terlibat dalam membantu pelaku melancarkan aksinya. Bahkan kalau ada oknum aparat lainnya yang terlibat, seret sekalian,” tegas Sahroni.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ajak Negara D-8 Bersatu Dukung Palestina di KTT ke-8 Mesir

Legislator dari Dapil DKI Jakarta III (Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara) ini menilai penetapan tersangka H sudah tepat. Ia berharap pengusutan kasus tersebut dilakukan secara transparan dan objektif.

Sebelumnya, Polda Kalteng telah menetapkan H, sopir taksi online, sebagai tersangka dalam insiden penembakan yang dilakukan Brigadir AK terhadap seorang warga berinisial BA. Diketahui bahwa H adalah pihak yang melaporkan peristiwa penembakan itu ke polisi.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menjelaskan bahwa AK dan H sudah saling mengenal lebih dari satu bulan. Menurut Erlan, H adalah pihak yang memindahkan senjata api dari dashboard mobil ke kursi belakang sebelum akhirnya AK menembak BA.

 

Sumber: fraksinasdem.org