Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi daya saing serta efisiensi sektor industri makanan dan minuman (mamin) nasional. Langkah strategis ini ditempuh melalui pemanfaatan teknologi modern, optimalisasi penggunaan sumber daya air dan energi, hingga pengembangan proses produksi yang berkelanjutan.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memaparkan bahwa industri mamin memegang peranan sangat vital karena terhubung langsung dengan rantai pasok hulu-hilir serta menopang kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
“Kami terus memperkuat industri makanan dan minuman agar semakin produktif, inovatif, efisien, dan berdaya saing. Transformasi teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menggunakan sumber daya dengan semakin efisien dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9).
Upaya pembenahan berkesinambungan ini sejalan dengan performa positif industri mamin di tanah air. Pada semester I 2026, industri mamin sukses mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 6,77 persen sekaligus menyumbang porsi dominan hingga 41,86 persen terhadap total industri pengolahan nonmigas.
Guna mendorong transformasi teknologi produksi yang nyata, Kemenperin menyediakan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan khusus bagi sektor industri agro. Melalui insentif ini, pemerintah memfasilitasi potongan biaya pembelian mesin modern hingga mencapai 35 persen untuk peralatan buatan dalam negeri yang mengantongi Sertifikat TKDN minimal 25 persen.
Sementara itu, untuk mesin produksi dalam negeri tanpa TKDN diberikan potongan sebesar 25 persen, serta 15 persen bagi unit mesin impor yang belum sanggup diproduksi di dalam negeri. Program potongan harga ini telah dibuka sejak akhir Agustus 2026 dengan sistem pengajuan berbasis kuota.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menguraikan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya merupakan pilar inti dari transformasi industri hijau yang berkelanjutan.
“Pemanfaatan teknologi yang lebih efisien memberikan manfaat ganda bagi industri. Di satu sisi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi, di sisi lain membantu penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Karena itu, kami terus memperkuat akses industri terhadap program dan fasilitas yang dapat mempercepat modernisasi teknologi,” jelasnya.
Melalui penguatan komunikasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, Kemenperin bertekad memastikan bahwa akselerasi pertumbuhan industri mamin dapat berjalan selaras dengan aspek kelestarian lingkungan dan kepastian iklim investasi.
sumber : Kemenperin















