Malang, PR Politik – Turnamen Mini Soccer 2026 yang memperebutkan Piala Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, resmi memasuki tahap akhir persiapan. DPD Partai Golkar Jawa Timur mulai mengintensifkan pemeriksaan guna memastikan kesiapan venue yang bakal menjadi arena berlaga bagi kompetisi sepak bola kelompok usia U-17 tersebut.
Pengecekan venue dilakukan secara bertahap di 11 zona yang telah ditetapkan di seluruh Jawa Timur. Salah satu peninjauan berlangsung di Unggul Sport Center, Kabupaten Malang, pada Rabu (19/8). Pemeriksaan kelayakan tidak sekadar menyasar standar fisik kualitas lapangan, tetapi juga mencakup kesiapan sarana pendukung lainnya.
Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026, Arif Fathoni, mengonfirmasi bahwa panitia turut memverifikasi penataan zona suporter serta kebutuhan teknis operasional pertandingan.
“Kami tengah melakukan pengecekan kesiapan venue dan verifikasi kelayakan lapangan, kemudian penataan zona suporter dan lainnya,” katanya, sapaan akrabnya, saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan bahwa matangnya persiapan venue menjadi kunci utama penyelenggaraan turnamen. Panitia berkomitmen menjamin laga berjalan aman, tertib, dan menghadirkan kenyamanan bagi para atlet muda maupun masyarakat yang menonton.
“Pemeriksaan ini kami lakukan sejak sebelum turnamen bergulir agar seluruh kebutuhan teknis di lapangan dapat dipastikan,” ujar politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya tersebut.
Turnamen Mini Soccer U-17 Piala Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia ini bakal digelar serentak di 11 zona Jawa Timur, di mana laga pembuka (kick-off) perdana dijadwalkan bergulir di Malang pada 31 Agustus 2026.
Pihak penyelenggara tidak semata-mata menempatkan ajang ini sebagai kompetisi memperebutkan piala. Turnamen dirancang sebagai wadah silaturahmi antar-komunitas sepak bola sekaligus instrumen untuk memupuk jiwa sportivitas di kalangan generasi muda.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, berharap wilayah Malang Raya mampu menjadi pusat interaksi para pencinta olahraga mini soccer.
“Turnamen ini untuk mempererat silaturahmi pencinta mini soccer di zona Malang Raya, kemudian agar sportivitas tumbuh di masyarakat di Jawa Timur,” katanya.
Anggota DPR RI tersebut menilai kegiatan olahraga memiliki daya rekat sosial yang kuat. Oleh karena itu, persaingan di lapangan diharapkan tetap mengedepankan atmosfer persahabatan yang sehat. “Olahraga itu asyik dan menyenangkan seperti semangat Golkar, yaitu berpartai itu asyik,” tambahnya.
Di samping misi mempererat silaturahmi, pembagian turnamen ke dalam 11 zona dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pembinaan pemain muda hingga ke pelosok daerah. Ia menyebut pola ini efektif memberikan panggung bagi potensi bakat lokal yang sebelumnya belum terakomodasi.
“Dengan kompetisi yang terbagi dalam 11 zona, kami berharap semakin banyak pemain muda mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensinya,” pungkasnya.
Usai merampungkan verifikasi venue di Malang, panitia pelaksana akan melanjutkan agenda pemeriksaan teknis ke zona-zona berikutnya hingga seluruh venue dipastikan siap menyambut perhelatan Bahlil Mini Soccer 2026 pada 31 Agustus mendatang.
sumber :















