Jakarta, PR Politik – Suasana berbeda mewarnai momentum perhelatan Jambore Nasional XII tahun ini. Puluhan anggota Pramuka Kontingen Jawa Barat tidak hanya berkegiatan di arena perkemahan, melainkan menyambangi langsung Kantor Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Jakarta Timur pada Sabtu (15/8). Kunjungan ini ditujukan untuk mempelajari sistem pengelolaan dan inovasi ekologi nasional secara langsung di lapangan.
Mengusung tema “Jelajahi! Pelajari! Beraksi!”, para anggota Pramuka diajak menyusuri fasilitas operasional serta laboratorium lapangan milik KLH/BPLH. Para peserta disuguhkan realitas tata kelola limbah modern, mulai dari proses pemilahan, pengolahan, hingga pengubahan sampah menjadi material bernilai ekonomis.
Rangkaian penjelajahan edukatif tersebut diawali dari pengenalan instalasi bank sampah, pembuatan lubang biopori, hingga komposter komunal. Para peserta juga meninjau zona inovasi pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) atau maggot yang terintegrasi sirkular dengan budidaya lele dan ayam. Selain itu, mereka mempelajari teknik konversi minyak jelantah, pembuatan eco-enzyme, pengoperasian bioreaktor, hingga meninjau ruang siar Media Center KLH/BPLH.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Lulu Agustina, menegaskan bahwa aksi nyata penyelamatan lingkungan tidak harus menunggu langkah besar yang sulit dijangkau, melainkan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga.
“Kalau kita ingin berkontribusi ketika kita peduli dengan lingkungan, tidak perlu mulai dari hal besar yang tidak bisa kita jangkau. Kita sebenarnya bisa mulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Ia mencontohkan aksi pemilahan sampah kemasan makanan dari sumber domestik yang terbukti efektif memutus rantai pencemaran di hilir.
“Dengan aku mulai memilah sampah, aku sudah bisa mulai berkontribusi untuk lingkungan,” lanjutnya.
Pendekatan edukasi berbasis pengalaman nyata ini mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran pembina pendamping. Pimpinan Kontingen Jawa Barat, Alfi Hidayati, menilai kunjungan langsung ke fasilitas KLH/BPLH menjadi instrumen pedagogis yang efektif dalam membentuk mentalitas dan kepedulian ekologis generasi muda.
“Kami ingin membentuk karakter adik-adik kami, kemudian menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, disertai pengalaman nyata dan belajar nyata guna menambah wawasan edukasi kepada peserta didik kami,” ungkapnya.
Dukungan KLH/BPLH terhadap gerakan kepramukaan juga diwujudkan secara konkret di arena perkemahan Jamnas XII melalui penyediaan dua unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah serta instalasi waste station untuk pemilahan sampah anorganik. Sementara itu, pengelolaan sampah organik diselesaikan langsung di lokasi melalui lubang biopori.
Sebagai langkah keberlanjutan, kolaborasi ini akan diperkuat dengan rencana pengukuhan sekitar 350 anggota Saka Kalpataru DKI Jakarta sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pramuka Peduli Lingkungan. Satgas ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan aksi edukasi serta kampanye perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat.
sumber : KemenLH















