Cianjur, PR Politik – Upaya penanganan kebakaran hutan yang melanda kawasan sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), terus diperkuat. Balai Besar TNGGP (BBTNGGP) bersama tim gabungan meningkatkan koordinasi interinstansi, pengerahan personel, hingga pasokan logistik guna memastikan proses pemadaman di lapangan berjalan optimal.
Berdasarkan hasil pemantauan udara dan darat terbaru, tim berhasil mendeteksi empat kepulan asap yang langsung ditindaklanjuti dengan upaya pemadaman serta pendinginan (mop-up) oleh petugas. Selain itu, terdeteksi pula satu titik bara api di dinding tebing bagian timur yang hingga kini belum dapat diakses lantaran kondisi medan yang sangat terjal. Meski demikian, titik bara tersebut berada di kawasan terisolasi sehingga risiko potensi penjalaran api dinilai relatif kecil.
Kepala BBTNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, memaparkan bahwa sebagai tindakan preventif untuk mengisolasi area dampak, tim pemadam di lapangan telah merancang sekat bakar (firebreak) seluas dan sepanjang kurang lebih dua meter yang membentang dari batas barat hingga timur kawasan terdampak. Secara umum, proses pemadaman menunjukkan tren perkembangan yang semakin terkendali, meski penyisiran ulang tetap digencarkan secara intensif.
“Guna memperlancar alur komunikasi, koordinasi, serta pendataan selama operasi pemadaman, BBTNGGP mendirikan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) di area bawah sebagai pusat komando dan operasional. Posko ini didukung penuh oleh partisipasi aktif masyarakat dan komunitas sekitar yang menyalurkan bantuan logistik bagi para relawan dan petugas pemadam,” terangnya.
Di samping mendirikan posko komando utama di area bawah, BBTNGGP juga memfungsikan Dapur Umum di Pos Kandang Badak. Fasilitas logistik ini disiapkan khusus untuk menjamin ketersediaan asupan nutrisi dan menjaga ketahanan fisik personel yang berjibaku memadamkan api di ketinggian.
Operasi pemadaman tahap awal diperkuat melalui pemberangkatan regu pertama sebanyak 27 personel gabungan yang terdiri atas unsur BBTNGGP, Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC), TNI, serta pelibatan masyarakat Desa Cimacan. Tim ini merupakan gelombang pertama dari total lima regu pemadam yang dijadwalkan meluncur secara bertahap sesuai dinamika kebutuhan di lapangan.
Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, para sukarelawan, jajaran TNI/Polri, serta petugas lintas instansi atas sinergi dan solidaritas tanpa henti dalam mengawal perlindungan kawasan konservasi TNGGP dari ancaman kebakaran.
Melalui koordinasi terpadu antara aparatur negara, elemen sukarelawan, dan masyarakat di sekitar kaki gunung, BBTNGGP optimistis seluruh sisa titik bara api di kawasan Kawah Wadon dapat dipadamkan secara total dalam waktu dekat.
sumber : Kemenhut















