Akselerasi Ekosistem Hidrogen: RI Targetkan Produksi 200 Ton Hijau per Tahun Melalui Kemitraan Strategis Jepang

Jakarta, PR Politik – Pemerintah Indonesia secara resmi mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen nasional sebagai pilar utama transformasi ekonomi dan industrialisasi rendah karbon. Langkah strategis ini dirancang untuk menyelaraskan Strategi Hidrogen Nasional dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa pengembangan hidrogen hijau kini menjadi target kinerja utama (Key Performance Indicator) yang harus segera direalisasikan di pasar domestik maupun ekspor.

“Jadi menurut saya pada tahun ini, 2026, yang merupakan KPI saya, saya sebutkan bahwa hidrogen hijau harus tersedia di pasar hampir 200 ton per tahun. Kita harus mencapainya dan kita ingin menciptakan lebih banyak,” tegasnya dalam gelaran 4th Indonesia-Japan Hydrogen Ammonia Development Acceleration Forum di Jakarta, Selasa (3/2).

Pemerintah telah menyusun rencana implementasi yang terukur untuk membangun infrastruktur dan kesiapan pasar. Pengembangan ini dibagi menjadi tiga tahapan besar untuk memastikan keberlanjutan proyek dan kemampuan domestik.

Rincian fase tersebut meliputi:

  • Fase Inisiasi (2025-2034): Fokus pada penguatan regulasi dan proyek percontohan.

  • Fase Pengembangan & Integrasi (2035-2045): Penyatuan ekosistem ke dalam sektor transportasi dan pembangkit listrik.

  • Fase Akselerasi (2045-2060): Pencapaian keberlanjutan penuh dan dominasi pasar rendah karbon global.

Kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menjadi katalisator penting dalam memitigasi risiko finansial tahap awal. Melalui kerja sama ini, Indonesia mendapatkan akses terhadap teknologi hidrogen mutakhir Jepang untuk mengolah potensi energi terbarukan yang melimpah.

Senior Representative JICA Indonesia, Akira Sato, mengapresiasi fokus pemerintahan Presiden Prabowo pada kemandirian energi. “Arah kebijakan sudah jelas, melindungi ketahanan, merangsang investasi, dan menerjemahkan momentum tersebut menjadi pembangunan yang inklusif,” ujarnya.

Baca Juga:  Guru Akan Terima Tunjangan Langsung Dari APBN Lebih Cepat

Sebagai bentuk dukungan konkret, telah dirumuskan Peta Jalan Kolaborasi Indonesia-Jepang untuk Mempercepat Masyarakat Hidrogen-Amonia di Indonesia (HASI). Peta jalan ini berfungsi sebagai panduan praktis yang melengkapi Rencana Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN).

“JICA terus melanjutkan kerja samanya untuk mendukung transisi energi Indonesia dan pengembangan ekosistem hidrogen. Berkat kerja sama dengan Anda semua, kini kita telah berhasil merumuskan Peta Jalan Kolaborasi Indonesia-Jepang untuk Mempercepat Masyarakat Hidrogen-Amonia di Indonesia (HASI), sebuah peta jalan yang melengkapi RHAN dan menguraikan metode praktis kolaborasi antara kedua negara kita,” pungkasnya.

sumber : ESDM RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini