Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengecam keras eskalasi militer terbaru yang dilakukan Israel terhadap Iran. Ia menyebut serangan terhadap instalasi nuklir Iran serta sejumlah target di negara lain bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tetapi juga mencerminkan watak agresif Israel yang kian brutal dan kehilangan legitimasi moral.
Serangan tersebut, menurut Sukamta, bukan lagi upaya mempertahankan diri, melainkan telah berubah menjadi alat politik untuk menyelamatkan posisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang tengah terpojok secara politik.
“Netanyahu sedang dalam tekanan luar biasa. Dukungan Barat terhadap kebrutalan genosidanya di Gaza mulai surut. Bahkan dari dalam negeri Israel sendiri, gelombang kritik atas kepemimpinannya kian membesar. Maka serangan ke Iran tampak seperti langkah putus asa untuk kembali menarik simpati negara-negara Barat yang memang punya sentimen terhadap Iran, apalagi terkait isu nuklir,” tegas Sukamta.
Ia menambahkan, Israel kini bukan lagi negara yang berperang demi bertahan hidup, tetapi sudah menjadi agresor regional demi kepentingan elite politiknya sendiri.
“Ini bukan soal eksistensi Israel, ini soal eksistensi politik Netanyahu. Dunia internasional tidak boleh terkecoh. Fokus utama tetap harus pada genosida terhadap rakyat Palestina yang hingga kini belum dihentikan. Jangan biarkan serangan ke Iran ini menjadi pengalih perhatian yang membuat dunia melupakan kejahatan utama yang sedang berlangsung,” imbuhnya.
Sukamta juga menyerukan kepada komunitas global, termasuk Indonesia dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk tetap konsisten dalam menentang segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.
Ia mengingatkan agar negara-negara tersebut tidak terseret dalam narasi perang yang dibangun oleh Israel dan sekutunya.
“Kita harus tetap berpihak pada keadilan dan kemanusiaan. Jangan kehilangan fokus. Palestina masih dijajah, rakyatnya masih dibunuh. Dunia harus tetap bersuara lantang terhadap kejahatan itu, bukan justru terpecah fokus karena skenario provokasi baru,” tutup Sukamta.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang ditudingnya sebagai pendukung utama kelompok Hamas dan Hizbullah dalam konflik berkepanjangan melawan Israel.
Sumber: fraksi.pks.id















