Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, melainkan cerminan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat antar kementerian/lembaga terkait percepatan penurunan stunting di desa, yang digelar di Best Western Hotel, Jakarta, Selasa (16/9).
“Karena itu, keberhasilan kita menurunkan stunting adalah investasi terbesar untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045,” kata Wamendes Ariza.
Menurutnya, pemerintah telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai agenda prioritas nasional. Namun, Ariza menekankan jika penurunan stunting adalah tugas bersama, bukan hanya pemerintah. Ia menggalakkan Kolaborasi OCTAHELIX, yaitu keterlibatan semua unsur bangsa dari mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai entitas teknologi dan inovasi.
“Kolaborasi inilah yang akan mempercepat langkah kita, karena stunting hanya bisa diatasi bila kita bekerja bersama,” kata Wamen Ariza.
Wamendes Ariza berharap di setiap desa di Indonesia yang berjumlah 75.256 menjadi basis solusi. Melalui program Investing in Nutrition and Early Years (INEY), penguatan kader, dan pemanfaatan data desa, Indonesia sudah punya fondasi.
“Tugas kita saat ini adalah memastikan fondasi tersebut ditindaklanjuti dengan kerja nyata, koordinasi erat, dan sinergi yang konsisten,” ujar Wamendes Ariza.
Pada pertemuan tersebut, ia mendorong sinergi pusat dan daerah serta komitmen dalam rangka peningkatan implementasi dan pencegahan stunting. Upaya ini termasuk dengan optimalisasi pemanfaatan electronic Human Development Worker (e-HDW) untuk memantau cakupan layanan.
“Menempatkan pencegahan stunting sebagai prioritas, termasuk pembangunan sarana kesehatan dan sanitasi serta penguatan koordinasi TPPS di semua tingkatan, dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa,” kata Wamendes Ariza.
Wamendes Ariza tidak ingin rapat ini berhenti pada diskusi, melainkan menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RKTL) yang nyata, dapat diimplementasikan, dan berdampak langsung bagi percepatan penurunan stunting di desa.
“Saya menyadari bahwa pencegahan dan percepatan penurunan stunting bukanlah pekerjaan mudah. Namun, saya percaya bahwa dengan kerja bersama, koordinasi yang erat, dan komitmen yang kuat, kita mampu memperbaiki capaian yang masih rendah di Triwulan II, dan mendorong peningkatan signifikan di Triwulan III dan IV,” kata Wamendes Ariza.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat langkah bersama, demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkas Ariza.
sumber : Kemendesa RI















