Jakarta, PR Politik – Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Yangon terus melakukan upaya perlindungan terhadap tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal (ABK) MT Shi Xing. Para ABK ini saat ini terombang-ambing di perairan Myanmar karena kapal tersebut tidak diperbolehkan melakukan docking oleh otoritas setempat akibat persoalan perizinan.
KBRI Yangon telah menyampaikan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Myanmar untuk memohon izin agar ketujuh ABK WNI dapat melakukan sign off dan dipulangkan ke Indonesia. Permohonan ini mendesak, khususnya bagi salah satu ABK yang dilaporkan mengalami sakit kritis. KBRI juga tengah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan Myanmar dan bertemu langsung dengan agen kapal setempat untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi tanggung jawab perusahaan, pemilik kapal telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk memenuhi seluruh kewajiban terhadap para ABK, termasuk pembayaran gaji, biaya logistik, dan biaya pemulangan. Sebagai langkah awal, pemilik kapal telah menyetujui untuk membayarkan satu bulan gaji terlebih dahulu kepada para ABK dan keluarganya.
Kementerian Luar Negeri bersama dengan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan, terus memastikan aspek teknis keselamatan pelayaran dan penggantian kru yang menjadi syarat keluarnya ABK dari kapal berjalan sesuai regulasi. Pertemuan intensif dengan agensi dan owner kapal telah dilaksanakan pada 15 Oktober untuk memastikan hak-hak para ABK terpenuhi.
KBRI Yangon mengupayakan agar dapat diizinkan masuk ke kapal untuk memberikan bantuan logistik serta membawa petugas kesehatan bagi yang sakit, namun hingga saat ini masih menunggu izin dari otoritas Myanmar. Prioritas utama adalah pengiriman obat-obatan dan logistik ke atas kapal, sambil memantau kondisi para ABK yang mengalami gangguan kesehatan akibat ketidakpastian selama tiga bulan terakhir.
Kementerian Luar Negeri berkomitmen akan terus memastikan hak-hak ketujuh ABK MT Shi Xing terpenuhi serta mereka dapat segera dipulangkan ke tanah air dengan selamat.
sumber : Kemlu RI















