Tingkatkan Partisipasi Disabilitas yang Baru 11,6 Persen, Kemenpora Gelar ToT Penggerak Olahraga Inklusif di Semarang

Semarang, PR Politik – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus mengakselerasi pembinaan olahraga inklusif di tanah air guna meruntuhkan tembok keterbatasan fasilitas dan aksesibilitas. Sebagai langkah konkret, Kemenpora menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas yang dipusatkan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 25–26 Juli 2026.

Kegiatan strategis yang diikuti oleh 115 peserta perwakilan National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah serta Special Olympics Indonesia (SOIna) ini dibuka secara resmi oleh Analis Kebijakan Ahli Utama pada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Dwijayanto Sarosa Putera.

Dalam pidato pembukaannya, ia membeberkan data statistik partisipasi olahraga penyandang disabilitas di Indonesia yang saat ini baru berada di angka 11,6 persen. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ToT ini dirancang sebagai bentuk respons konkret negara dalam memangkas disparitas tersebut.

“Fakta di lapangan menunjukkan rendahnya partisipasi ini bukan karena teman-teman disabilitas tidak ingin berolahraga, melainkan akibat minimnya akses, keterbatasan fasilitas yang ramah disabilitas, serta langkanya dukungan tenaga pelatih yang memiliki kompetensi inklusi,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa modul pelatihan ini dirancang melampaui transfer ilmu teknis semata.

“Kami berharap para peserta pulang bukan sekadar sebagai master trainer, melainkan sebagai agen perubahan, pemandu bakat (talent scout), dan penyala harapan di komunitas masing-masing untuk menemukan talenta-talenta berprestasi,” tambahnya.

Sepanjang dua hari pelatihan, para peserta dibekali materi komprehensif dari para pakar, dilanjutkan dengan sesi simulasi praktik olahraga inklusif secara langsung, dan diakhiri dengan post-test evaluatif untuk mengukur standardisasi kompetensi.

Agenda pembinaan ini menuai apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah. Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Anton Asfihani, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menyebut kegiatan ini sebagai pilar vital penyokong ekosistem olahraga disabilitas.

Baca Juga:  Perkuat Tata Niaga Gula Nasional, Mendag Budi Santoso Perketat Pengendalian Impor dan Distribusi

“Pelaksanaan Training of Trainers ini merupakan agenda strategis untuk menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia. Kami berharap program ini memberikan dampak signifikan bagi keolahragaan disabilitas, khususnya di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Apresiasi senada disuarakan oleh Ketua Bidang Organisasi NPCI Jawa Tengah, Slamet Widodo, yang menilai langkah Kemenpora ini sebagai bukti otentik keberpihakan pemerintah terhadap kelompok disabilitas. Ia mengingatkan para peserta akan peran strategis yang kini diemban di tengah masyarakat.

“Menjadi penggerak olahraga adalah tugas yang sangat strategis, bukan hal remeh. Melalui olahraga, sudah terbukti seseorang bisa meningkatkan kualitas dirinya, bahkan bisa ‘naik level’ melalui jalur prestasi,” tuturnya.

“Ilmu yang saya dapatkan di sini akan saya gunakan untuk menjaring teman-teman disabilitas di pelosok daerah agar mau bergerak aktif. Syukur-syukur dari pergerakan ini, kita bisa mendapatkan talenta baru yang siap dibina untuk mencetak prestasi,” ungkapnya.

Melalui pencetakan ratusan kader penggerak baru ini, Kemenpora menargetkan terciptanya efek bola salju (snowball effect) dalam penyebaran ilmu keolahragaan disabilitas hingga ke pelosok daerah, sehingga sistem pembinaan olahraga inklusif nasional dapat terus berjalan secara mandiri dan berkesinambungan.

sumber : Kemenpora RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini