Sesama Putra Lampung, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Lepas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata

Jakarta, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menyampaikan ungkapan belasungkawa dan duka cita mendalam atas berpulangnya Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu. Mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014-2019 tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Ahad (31/5) pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Pucuk pimpinan PKS yang akrab disapa Bang Jamil ini hadir langsung di kompleks Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata untuk mengikuti seluruh draf prosesi pemakaman militer sekaligus memberikan penghormatan terakhir. Bagi Almuzzammil, kehadiran di ladang makam tersebut bukan sekadar pemenuhan agenda protokoler pimpinan partai politik, melainkan sebuah penghormatan emosional bagi sesama putra daerah Lampung yang telah mewakafkan seluruh jiwa raga demi kedaulatan NKRI.

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Sebagai sesama putra Lampung, saya merasakan kehilangan ini begitu dekat. Jendral Ryamizard bukan hanya milik dunia militer Indonesia. Beliau adalah kebanggaan Bumi Ruwa Jurai yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk NKRI,” ujarnya di sela-sela prosesi pemakaman.

Ia menguraikan bahwa nama Ryacudu memiliki draf rekam sejarah yang teramat besar dan sudah melekat kuat menjadi bagian dari identitas sosiologis tanah Lampung. Ayah kandung almarhum, Mayjen TNI Musannif Ryacudu, merupakan tokoh pejuang kemerdekaan kesohor di wilayah Sumatra Selatan dan Lampung.

Nama sang ayah kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kotabumi serta nama jalan arteri strategis di Kota Palembang. Selain berlatar belakang militer, Mayjen Musannif Ryacudu juga dikenal luas memiliki garis silsilah keturunan langsung dari ulama penyebar syiar Islam di tanah Lampung.

“Keluarga Ryacudu adalah keluarga yang mengakar di Lampung. Ayah beliau, Mayjen Musannif Ryacudu, pejuang kemerdekaan yang kini juga bersemayam di TMP Kalibata. Hari ini putranya menyusul ke tempat yang sama. Ini adalah kesempurnaan pengabdian,” tuturnya membedah draf heroisme lintas generasi keluarga almarhum.

Baca Juga:  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Akui MBG Gunakan Anggaran Pendidikan, Tegaskan Alasan dan Pengawasan

Almuzzammil juga melayangkan draf apresiasi terhadap protocols penghormatan tertinggi yang diberikan oleh negara. Pada Senin pagi, Presiden Prabowo Subianto terpantau hadir langsung melayat ke Gedung Bhinneka Tunggal Ika (BTI) Kementerian Pertahanan. Jasad sang jenderal kemudian dimakamkan secara militer di TMP Kalibata Blok M/117, dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertindak sebagai Inspektur Upacara.

“Penghormatan militer penuh ini adalah pengakuan yang tepat dan layak. Negara hadir untuk melepas seorang prajurit yang tidak pernah absen saat negara membutuhkannya,” tambahnya.

Satu hal yang dinilai sarat makna teologis olehnya adalah momentum kepergian sang jenderal. Ryamizard wafat persis sehari menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Bagi pihak-pihak yang memahami draf dedikasi almarhum terhadap ideologi negara, momentum ini dirasa memiliki pesan patriotik yang kuat.

“Beliau pergi tepat di ambang Hari Lahir Pancasila. Seolah Allah mengizinkan seorang penjaga nilai-nilai bangsa untuk beristirahat justru di momen paling patriotik dalam kalender kebangsaan kita. Saya percaya ini adalah husnul khatimah bagi seorang prajurit sejati,” ucap Almuzzammil secara khidmat.

Sebagai informasi, Jenderal Ryamizard Ryacudu merupakan alumnus Akabri tahun 1974 dari korps infanteri, pernah memegang komando sebagai KSAD periode 2002-2005, serta dikenal sebagai perwira berkarakter tegas yang memilih pola hidup sederhana. Almarhum merupakan rekan satu Letting (angkatan) Presiden Prabowo Subianto semasa menempuh pendidikan militer.

Secara khusus, ia mengenang kembali draf kedekatan historis serta kehangatan komunikasi siber dan lapangan antara PKS dengan almarhum. Ia mengungkit momen hangat saat jajaran elite teras PKS menggelar agenda Silaturahmi Kebangsaan langsung ke kediaman Ryamizard beberapa waktu lalu.

“Kami di PKS memiliki kenangan yang sangat berkesan dengan beliau. Saat pimpinan PKS bersilaturahmi ke kediaman beliau, almarhum menyambut kami dengan sangat hangat, terbuka, dan penuh rasa kekeluargaan. Kami berdiskusi panjang lebar dan mendapat banyak nasihat kebangsaan dari beliau,” kenangnya.

Baca Juga:  Era Disrupsi Digital, Ketua Boemkraf PKS Desak Pelaku UMKM Kuasai Konten Kreatif dan Riset Pasar

Menurut pandangannya, bauran wejangan dari almarhum mengenai urgensi memperkokoh persatuan nasional serta doktrin bela negara sangat pararel dengan garis perjuangan politik siber PKS.

“Nasihat beliau agar seluruh elemen bangsa bersatu menjaga keutuhan NKRI terus membekas dan menjadi bekal berharga bagi kami,” tegasnya.

Ia mengunci draf rilis resminya dengan untaian doa kebaikan serta ucapan duka mendalam kepada keluarga inti yang ditinggalkan. “Semoga Allah SWT merahmati almarhum, meluaskan kuburnya, dan menjadikannya taman dari taman-taman surga. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Ibu Nora Tristyana dan seluruh putra-putri almarhum, PKS menyampaikan belasungkawa yang tulus,” tutupnya.

sumber : PKS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru