Jakarta, PR Politik – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh layanan angkutan perintis tetap berjalan secara berkesinambungan guna menjamin mobilitas warga serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terluar. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, usai menghadiri Rapat Kerja Pembahasan Subsidi Kapal Perintis yang Melayani Pulau-Pulau Terluar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/7).
Ia meluruskan bahwa operasional kapal perintis yang sempat mengalami penundaan beberapa waktu lalu kini dipastikan sudah kembali beroperasi secara normal di lapangan.
“Layanan perintis tetap kita laksanakan sampai tahun anggaran selesai. Jadi dengan kondisi anggaran, kita menyiasatinya dan yang paling penting bahwa layanan tidak berhenti,” ujarnya di hadapan para awak media.
Guna menjaga kelangsungan operasional di tengah keterbatasan anggaran, Kemenhub menerapkan serangkaian langkah taktis harian. Strategi tersebut meliputi pemantauan ketat terhadap jadwal pelayaran dan volume muatan, penguatan koordinasi lintas sektor dengan operator pelabuhan, pemerintah daerah, serta pengajuan usulan tambahan anggaran agar layanan tidak terputus.
Dalam jangka panjang, Kemenhub mencatat perlunya penguatan dukungan pendanaan, modernisasi armada, peningkatan infrastruktur serta kapasitas pelabuhan, integrasi sistem logistik nasional, dan konektivitas antarmoda. Evaluasi berkala terhadap jaringan trayek juga terus dilakukan agar selalu adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan subsidi angkutan perintis merupakan instrumen vital negara dalam menjamin pelayanan dasar, memelihara konektivitas nasional, serta mewujudkan pemerataan pembangunan yang inklusif.
“Pada tahun anggaran 2026, diselenggarakan 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek rede transport untuk menjamin akses transportasi dan distribusi logistik,” terangnya merinci cakupan armada.
Rapat kerja strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus beserta jajaran, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna menyelaraskan dukungan fiskal dan regulasi bagi keberlanjutan moda transportasi perintis nasional.
sumber : Kemenhub RI















