Washington DC, PR Politik – Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin kepastian hukum dan tata kelola yang baik mendapatkan sambutan positif dari para pimpinan perusahaan investasi global. Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2), para investor menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam kolaborasi ekonomi dengan Indonesia.
COO Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa dialog langsung yang dipimpin Presiden memberikan rasa percaya diri (confidence building) bagi para pemegang modal dunia. Fokus Presiden pada penguatan sistem regulasi dianggap sebagai fondasi vital bagi iklim investasi jangka panjang.
“Tadi mungkin banyak tambahan interest dari para investor-investor ini untuk berinvestasi dan berkolaborasi di dalam Indonesia dan juga di luar Indonesia,” ujarnya usai pertemuan tersebut.
Salah satu poin yang paling disoroti oleh para CEO global adalah kehadiran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi baru di Indonesia. Institusi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis yang profesional dalam memfasilitasi masuknya aliran modal asing.
“Tadi banyak bahasa-bahasa seperti confidence building, dan mereka sangat apresiasi bahasa yang Pak Presiden tekankan mengenai penguatan legal system, certainty of legal system,” ungkapnya.
Keseriusan Indonesia pun terlihat dari rencana sejumlah investor untuk segera membuka kantor perwakilan di dalam negeri. “Karena bahasa mereka boots on the ground itu sangat penting dan mereka sangat apresiasi bahwa Presiden bisa menerima mereka semua,” lanjutnya.
Senada dengan Pandu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penekanan Presiden terhadap transparansi dan tata kelola perusahaan (good corporate governance) menjadi pesan krusial yang ditangkap oleh pasar global.
“Kami melihat sendiri bahwa satu, tadi Danantara itu sangat diapresiasi sebagai mitra dagang daripada CEO-CEO tadi. Dan yang kedua tentunya kami melihat juga Pak Presiden menekankan untuk tata kelola perusahaan dan juga kepastian daripada hukum, dan itu sangat benar-benar digarisbawahi dan diapresiasi,” jelas Anin.
Model pendekatan Danantara dalam melakukan mitigasi risiko (derisking) serta mendorong partisipasi bersama (crowd-in) dinilai selaras dengan visi Presiden untuk membangun ekonomi nasional yang berkelanjutan dengan prinsip gotong royong. Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra global yang stabil dan tepercaya.
sumber : Kemensetneg RI















