Belitung, PR Politik – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penuh kolaborasi antara pelaku usaha dan elemen masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang laut di Desa Juru Seberang, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Sinergi ini diarahkan untuk kegiatan konservasi hutan mangrove sekaligus peningkatan populasi kerang dara sebagai salah satu pilar sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Permana Yudiarso, menyampaikan bahwa keberhasilan dalam tata kelola ruang pesisir dan laut tidak dapat bertumpu pada peran pemerintah semata, melainkan menuntut partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
“Mangrove memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon biru, pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai biota serta penopang mata pencaharian masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi seperti ini, kita tidak hanya menjaga ekosistem namun juga membangun fondasi ekonomi pesisir yang berkelanjutan,” ujar Permana dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (3/8).
Aksi kolektif yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Desa Juru Seberang ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Minggu (26/7).
Sejumlah agenda konkret yang dieksekusi di lapangan meliputi penebaran indukan kerang dara di ekosistem mangrove, yang diperkuat dengan penandatanganan Komitmen Bersama Masyarakat untuk memproteksi serta mengelola zona pembiakan kerang dara tersebut secara kolektif.
“Kami optimis ini menjadi fondasi bagi pengelolaan pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Belitung,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Program Director Bakau Institute, Naufal Bintang Akbar, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bersandar pada aktivitas rehabilitasi fisik semata, melainkan pada sejauh mana tumbuhnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap kekayaan sumber daya pesisir yang menopang hidup mereka.
Kawasan perlindungan indukan kerang dara di Desa Juru Seberang ini diharapkan mampu menjadi role model nasional bahwa agenda konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.
“Harapan kami, upaya ini mampu meningkatkan populasi kerang dara secara alami sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi habitat berbagai biota laut,” katanya.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan garis kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang berkomitmen mengimplementasikan prinsip Ekonomi Biru melalui proteksi lingkungan pesisir, penataan ruang laut yang terukur, serta menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam gerakan konservasi.
sumber : KKP RI















