Pengelola Wisata di Subang Alami Penurunan Kunjungan Secara Drastis

Subang, PR Politik – Sejumlah pengelola tempat wisata di Kabupaten Subang tengah berjuang keras untuk meningkatkan kembali jumlah pengunjung. Wisatawan di wilayah tersebut menurun drastis akibat kecelakaan maut yang terjadi tahun lalu dan larangan study tour sekolah dari Pj. Gubernur Jawa Barat.

Manajer Operasional D’Castello, Mugi Tenarsyah, melaporkan penurunan kunjungan yang signifikan, mencapai 50%. Untuk mengatasi hal ini, D’Castello memberikan diskon khusus bagi pelajar selama liburan sekolah, menambah wahana baru, serta menjalin kerja sama dengan biro perjalanan dan hotel di Bandung serta Subang.

“Dampak kecelakaan dan surat edaran gubernur tersebut, cukup signifikan terhadap turunnya kunjungan wisatawan hingga 50 persen. Upaya-upaya terus kami lakukan, agar kunjungan wisatawan kembali menggeliat,” ungkap Mugi kepada RRI di Subang, Kamis (10/7/2025).

Penurunan jumlah pengunjung ini juga berdampak pada operasional bisnis. Mugi menyebutkan bahwa manajemen D’Castello terpaksa melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan bulan lalu untuk menghindari kerugian.

“Baru bulan kemarin, kami melakukan pengurangan pegawai, karen dampak tadi, agar kami tidak mengalami kerugian atas turunnya tingkat kunjungan wisatawan tersebut,” ujarnya.

Situasi serupa dialami oleh PT. Sari Ater Subang. Direktur Sales Marketing, Dian Ardian, mengungkapkan bahwa mereka juga mengalami penurunan kunjungan hingga 50%. Meskipun menghadapi tantangan, Dian menyatakan manajemen Sari Ater berusaha keras mempertahankan karyawan agar tidak ada yang dirumahkan.

“Ya kami juga sih, sebenarnya merasa berat dengan kondisi saat ini, namun pihak managemen, masih mempertahankan para pekerja, agar mereka tidak di PHK,” tegasnya.

Dian berharap kebijakan pemerintah yang mengizinkan kembali instansi pemerintah untuk menggelar rapat di hotel dapat menjadi angin segar bagi industri pariwisata.

“Semoga saja, keputusan pemerintah itu, bisa meminimalisir kerugian para pengelola wisata, berkat adanya kebijakan diperbolehkannya kembali intansi pemerintah menggelar rapat di hotel,” pungkas Dian.

Baca Juga:  Menperin Kunjungi Apple Developer Academy, Dorong Indonesia Jadi Pusat Talenta Digital Kelas Dunia

sumber : RRI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini