Jakarta, PR Politik – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen kuatnya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Laut di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini ditempuh melalui penguatan basis data dan informasi ilmiah (scientific data) guna mendukung pengambilan kebijakan serta tata kelola kawasan konservasi perairan yang berkelanjutan.
Prinsip tersebut ditegaskan langsung dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dengan jajaran pimpinan organisasi riset nirlaba global, OceanX, di Jakarta, Rabu (22/7).
Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan ekosistem laut yang sangat krusial, termasuk berbagai kawasan taman nasional laut prioritas seperti Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Wakatobi. Untuk mengoptimalkan perlindungan serta potensi kawasan tersebut, Kemenhut memegang kendali penuh atas program-program strategis dalam pengelolaannya.
“Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat. Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kehutanan secara rigid menekankan prinsip mendasar terkait kedaulatan negara (national sovereignty) yang wajib menjadi fondasi utama dalam seluruh bentuk kerja sama eksplorasi perairan Indonesia.
Merespons komitmen dan penjelasan tegas dari Kemenhut, Co-CEO sekaligus Chief Science Officer OceanX, Vincent Pieribone, menyambut baik serta menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh. Melalui kapal riset canggih yang dimilikinya, OceanX siap mendukung program-program prioritas Kemenhut melalui ekspedisi bersama.
Agenda eksplorasi ini nantinya akan mencakup pemetaan kedalaman laut (bathymetry), survei megafauna, analisis eDNA, hingga eksplorasi laut dalam. Seluruh dukungan riset tersebut ditegaskan berada di bawah koridor kepemimpinan program Kemenhut, bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait serta melibatkan penuh ilmuwan dan peneliti domestik. Seluruh data, sampel, serta informasi ilmiah yang dihasilkan dari kolaborasi ini sepenuhnya menjadi milik pemerintah Indonesia.
Sebagai langkah tindak lanjut konkret, Kemenhut dan OceanX saat ini tengah mematangkan penyusunan nota kesepahaman (MoU) serta detail teknis rencana ekspedisi bersama yang dijadwalkan akan meluncur di sejumlah kawasan taman nasional laut pada akhir tahun ini.
Selain penguatan data ilmiah, kerja sama bilateral ini juga dirancang untuk mencakup peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tim teknis dan pengelola taman nasional di lapangan, serta dukungan publikasi media internasional guna mengenalkan keindahan bawah laut Indonesia.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Menteri Kehutanan didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri (HKLN), Ristianto Pribadi; Direktur Perencanaan Konservasi, Ammy Nurwati; serta Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Kadim Martana.
sumber : Kemenhut RI















