Jakarta, PR Politik – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik menggelar Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), Kamis (12/2). Forum bertajuk “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity, and Cooperation for Shared Prosperity” ini bertujuan menyelaraskan narasi publik terkait Keketuaan Indonesia di organisasi Developing Eight (D-8) periode 2026–2027.
Kepemimpinan Indonesia di D-8 dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi negara-negara berkembang di tengah fragmentasi geopolitik dunia. Dirjen Kerja Sama Multilateral, Duta Besar Tri Tharyat, menegaskan bahwa kelompok negara D-8 memiliki potensi ekonomi yang nyata.
“Keketuaan Indonesia di D-8 menempatkan forum ini sebagai kekuatan ekonomi nyata Global South. D-8 bukan sekadar potensi, tetapi realitas kerja sama ekonomi yang semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan geoekonomi global,” ujarnya.
Relevansi D-8 diperkuat oleh kajian PwC: The World in 2050, yang memproyeksikan hampir seluruh anggota D-8 akan masuk dalam jajaran 25 ekonomi terbesar dunia. Oleh karena itu, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menekankan pentingnya peran humas pemerintah dalam menerjemahkan agenda internasional ini agar dipahami oleh masyarakat luas.
“Kepemimpinan global tidak cukup ditunjukkan lewat forum internasional. Ia harus dipahami oleh rakyatnya sendiri. Di sinilah peran humas pemerintah menjadi sangat krusial,” tegasnya.
Dalam masa jabatannya, Indonesia akan memfokuskan agenda pada lima sektor utama yang diharapkan menghasilkan capaian konkret (concrete deliverables):
-
Integrasi Ekonomi: Memperkuat arus perdagangan antarnegara anggota.
-
Ekonomi Halal: Mengembangkan standar dan pasar produk halal global.
-
Ekonomi Biru & Transisi Hijau: Keberlanjutan sumber daya laut dan energi ramah lingkungan.
-
Konektivitas & Digital: Transformasi digital dan infrastruktur penghubung.
-
Penguatan Kelembagaan: Meningkatkan efektivitas organisasi D-8.
Forum Bakohumas ini menjadi wadah strategis bagi lebih dari 100 perwakilan humas kementerian dan lembaga untuk memastikan pesan diplomasi Indonesia tersampaikan secara konsisten dan kredibel.
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Duta Besar Heru Hartanto Subolo, menutup forum dengan menggarisbawahi bahwa kesamaan narasi sangat diperlukan untuk merespons dinamika informasi. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan bahwa Keketuaan Indonesia di D-8 memberikan dampak berkelanjutan bagi kemakmuran bersama dan memperkuat citra diplomasi ekonomi Indonesia di mata dunia.
sumber : Kemlu RI















