Jakarta, PR Politik (8/12) – Ketua Umum Partai Masyumi, Ahmad Yani, menyampaikan pesan penting dalam forum strategis yang mempertemukan partai-partai Islam di Indonesia. Dalam kesempatan yang penuh semangat ini, ia mengungkapkan urgensi penyatuan dan konsolidasi partai-partai Islam untuk menghadapi dinamika politik kebangsaan. Acara yang diselenggarakan oleh Partai Ummat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting partai Islam nasional.
Ahmad Yani memulai dengan mengapresiasi inisiatif pertemuan ini sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi dan langkah partai Islam. “Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi atau diskusi rutin, tetapi diharapkan mampu melahirkan konsepsi nyata untuk persatuan dan kebangkitan partai Islam,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Dr. Yani menyoroti peran umat Islam sebagai benteng pertahanan bangsa yang telah terbukti sepanjang sejarah. Namun, ia menegaskan bahwa perpecahan di kalangan umat, khususnya di tingkat elite politik, telah menghambat potensi besar ini. “Sebagai mayoritas populasi, umat Islam harus menjadi aktor utama dalam menentukan arah kebijakan bangsa. Sayangnya, perbedaan di antara elite politik Islam sering kali memperlemah perjuangan kita,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya partai politik berbasis ideologi Islam sebagai penyalur utama aspirasi umat. Menurutnya, hanya melalui partai politiklah kebijakan yang berpihak kepada umat dapat diwujudkan, mengingat setiap keputusan politik di negara ini diambil melalui jalur parlemen.
Yani juga mengulas tren elektoral partai Islam yang stagnan selama tiga dekade terakhir. Ia memaparkan bahwa meskipun pemilih beragama Islam mendominasi demografi pemilu, perolehan suara partai Islam tidak pernah mencapai angka 50 persen sejak Pemilu 1955. “Pemilu 2024 lalu, partai Islam hanya meraih 31 persen suara, meskipun jumlah pemilih Muslim mencapai lebih dari 80 persen. Angka ini menunjukkan adanya tantangan serius yang harus kita evaluasi bersama,” jelasnya.
Baca Juga: Nurhadi Ajak Calon Jemaah Haji Kediri Gencarkan Pola Hidup Sehat Menjelang Ibadah Haji 2025
Mengambil pelajaran dari sejarah, Yani menyoroti keberhasilan federasi ormas-ormas Islam, seperti Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) dan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), dalam menyatukan kekuatan politik Islam. Ia menyebut bahwa semangat kolaborasi tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membangun konfederasi partai Islam modern. “Dulu, ormas-ormas Islam bersatu demi kepentingan umat. Hari ini, semangat itu perlu kita hidupkan kembali melalui konfederasi partai Islam, yang tidak hanya menyatukan suara umat, tetapi juga menjadi kekuatan penentu di parlemen,” tegasnya.
Yani menutup pidatonya dengan menyerukan persatuan di antara partai Islam. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal dari langkah nyata untuk membangun kekuatan politik Islam yang solid dan relevan. “Persatuan adalah kunci. Tanpa persatuan, kita hanya akan menjadi pengamat di tengah dinamika politik bangsa. Namun dengan bersatu, kita dapat menjadi penentu arah masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Acara ini diakhiri dengan diskusi panel yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk pembentukan forum koordinasi antar partai Islam dan penguatan basis elektoral di akar rumput. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan menuju kebangkitan partai Islam di Indonesia.
Sumber: partaimasyumi.id















