Incheon, PR Politik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Hal ini disampaikannya saat pertemuan bilateral dengan Director-General, Liaison Department of the All-China Women’s Federation (ACWF), Ms. Zhang Jianmin, di sela-sela perhelatan APEC 2025 di Incheon, Korea Selatan, pada Selasa (12/8).
“Indonesia terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada perempuan, salah satunya melalui pengembangan care economy. Care economy bertujuan untuk mentransformasi pekerjaan perawatan menjadi pekerjaan yang bernilai ekonomi, layak, dan setara,” ungkap Menteri PPPA.
Menteri Arifah menjelaskan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan seperti beban ganda dan pekerjaan perawatan yang tidak dibayar. “Data menunjukkan perempuan menghabiskan rata-rata 2,8 kali lebih banyak waktu untuk pekerjaan rumah tangga dan perawatan tidak berbayar dibandingkan laki-laki,” ujar Menteri PPPA.
Sebagai solusinya, Kementerian PPPA mendorong kebijakan care economy yang merupakan salah satu kesepakatan G20 2022. “Untuk menghadapi tantangan itu, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Perawatan dan membentuk kelompok kerja lintas sektor untuk memperluas akses terhadap layanan perawatan bagi anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” jelas Menteri PPPA.
Selain itu, Menteri PPPA menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi perempuan di sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan mengapresiasi langkah Tiongkok dalam hal ini. “Kami (Indonesia) juga menyadari pentingnya meningkatkan representasi perempuan di bidang STEM. Oleh karena itu, kami terus mendorong perempuan Indonesia untuk terlibat dan berkembang di sektor ini. Kami berharap dapat mempelajari praktik terbaik dari China untuk memperkuat kebijakan kami dalam meningkatkan keterlibatan perempuan di bidang STEM,” ujar Menteri PPPA.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap Tiongkok yang akan memegang keketuaan APEC pada 2026. Kedua pihak sepakat untuk mempererat kerja sama antara Kementerian PPPA RI dan ACWF demi kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi perempuan di kedua negara.
sumber : Kemenpppa RI















