Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Meity Rahmatia, mengungkapkan rasa prihatin dan sedihnya atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh eks Kapolres Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Politisi asal Sulawesi Selatan itu merasa geram dan tak habis pikir bagaimana seorang aparat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat justru menjadi pelaku kejahatan.
“Benar-benar tidak punya rasa perikemanusiaan dan belas kasihan pada anak-anak,” ujarnya dengan nada miris.
Kasus ini sendiri terungkap berkat penyelidikan pihak kepolisian. Meity menyoroti adanya dugaan kuat bahwa tindakan pelaku dipengaruhi oleh penggunaan narkoba.
“Kepolisian menemukan bukti bahwa tersangka menggunakan narkoba. Kita tahu bagaimana dampak barang haram tersebut pada penggunanya—mereka kehilangan kesadaran sehingga bisa berbuat kejahatan apapun,” tambahnya.
Meity mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus yang tengah viral di berbagai platform media sosial ini. Ia menegaskan bahwa pelaku harus mendapatkan hukuman yang berat.
“Semoga mendapat sanksi yang seberat-beratnya karena melakukan kejahatan berlapis. Dia seorang pimpinan di institusi hukum, tetapi justru melakukan tindak asusila terhadap anak-anak,” tegasnya.
Selain itu, Meity menyoroti penyalahgunaan narkoba oleh eks Kapolres Ngada sebagai indikasi bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi darurat narkoba.
“Aparat hukum yang seharusnya memberantas narkoba, justru menjadi penggunanya. Walaupun disebut oknum, ini tetap sangat mencoreng institusi kepolisian,” katanya.
Sebagai legislator yang aktif mengunjungi lembaga pemasyarakatan, Meity menekankan bahwa narkoba memiliki dampak besar terhadap pembangunan bangsa.
“Mayoritas penghuni Lapas terjerat kasus narkoba, baik sebagai pemakai, pengedar, maupun bandar,” pungkasnya.
Sumber: fraksi.pks.id















