Lalu Hadrian Irfani: Indonesia Dalam Darurat Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKB DPR RI, Lalu Hadrian Irfani | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (30/12) – Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKB DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa Indonesia tengah mengalami darurat kekerasan, terutama di lembaga pendidikan. Sepanjang tahun 2024, tercatat 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan, yang menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan. Pemerintah diminta untuk melakukan perbaikan sistem pendidikan guna mengatasi masalah ini.

Data tersebut mengacu pada laporan yang dirilis oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) pada Jumat, 27 Desember 2024. “Data ini menunjukkan bahwa jumlah kekerasan di lembaga pendidikan sangat tinggi. Ini sangat memprihatinkan. Indonesia sudah masuk darurat kekerasan,” ungkap Lalu Ari, sapaan akrabnya, dalam pernyataan pada Senin (30/12/2024).

Lalu Ari mencatat bahwa jumlah kekerasan di lingkungan pendidikan pada tahun 2024 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, jumlah kekerasan di sekolah mencapai 285 kasus, sementara di tahun 2022 tercatat 194 kasus, 142 kasus di tahun 2021, dan 91 kasus di tahun 2020.

Yang semakin memprihatinkan, kekerasan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lembaga pendidikan berbasis agama, seperti madrasah dan pesantren. “Walaupun dilakukan pengawasan selama 24 jam, tetap terjadi kekerasan di pesantren. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Baca juga: Ahmad Heryawan Dorong Dukungan Indonesia untuk Demokratisasi di Suriah

Lalu Ari menambahkan bahwa berdasarkan data JPPI, setiap hari terjadi kekerasan di lembaga pendidikan, yang sangat menyedihkan. Kasus kekerasan ini terus berulang, dan rekaman video kekerasan menyebar luas di media sosial, membuat banyak orang merasa prihatin.

Lalu Ari juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan baik, mengajarkan budi pekerti dan akhlak yang baik, serta menanamkan kasih sayang kepada sesama sejak dini. Selain itu, orang tua perlu melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka, baik dalam pergaulan maupun penggunaan media digital, agar tidak terpengaruh oleh adegan kekerasan yang mereka tonton.

“Yang tidak kalah penting, orang dewasa, baik orang tua, guru, dan pengasuh harus menjadi contoh bagi anak. Kita berharap tindak kekerasan tidak terjadi lagi,” pungkas Lalu Ari.

 

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini