Kejar Target Swasembada, Kementan Geber Gerakan Tanam Serentak di 50.000 Hektare Lahan Oplah

Sukabumi, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu eskalasi produksi pangan nasional melalui optimalisasi program peningkatan klaster agraria. Langkah strategis tersebut diwujudkan lewat percepatan masa tanam di lebih dari 50.000 hektare lahan Optimasi Lahan (Oplah) serta pemanfaatan dana investasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersebar secara masif di 25 provinsi di Indonesia.

Intervensi ini dieksekusi guna memaksimalkan kembali produktivitas lahan pertanian yang sebelumnya telantar atau kurang produktif. Langkah hilir ini diharapkan mampu menjadi pilar kokoh penyokong swasembada pangan nasional di tengah gempuran krisis perubahan iklim global.

Agenda Gerakan Tanam Serentak nasional yang telah memasuki jilid keenam ini dipusatkan di kawasan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/5). Program padat karya tersebut dirancang sebagai draf strategi akselerasi tanam sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan (sustainable).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa momentum gerakan tanam serentak ini wajib dijadikan batu loncatan untuk menguras seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia di tanah air.

Arsanti menguraikan bahwa integrasi pemanfaatan lahan oplah yang disokong oleh kemitraan pembiayaan CSR mencerminkan komitmen kuat eksekutif dalam menjamin keadilan distribusi pangan secara merata dari ujung barat hingga wilayah timur Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tetapi memastikan Indonesia memiliki fondasi pangan yang kuat dan berkelanjutan. Seluruh potensi lahan harus dimanfaatkan secara optimal agar produksi terus meningkat,” ujarnya membeberkan visi ketahanan pangan nasional.

Aksi nyata pemerintah pusat tersebut mendapat respons positif dari jajaran pemerintah daerah. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono Suwardianto, melayangkan apresiasi tinggi atas atensi penuh kementerian terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Bantuan stimulan berupa perbaikan infrastruktur pengairan serta pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) modern dari Menteri Pertanian diakui berhasil mendongkrak kurva produktivitas petani lokal secara signifikan.

Baca Juga:  Dukung Inisiatif Filipina di ASEAN Finance Track 2026, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Kesehatan Finansial Kawasan

Di sisi lain, Direktur Serealia Tanaman Pangan Kementan, Gunawan, mengingatkan agar gerakan nasional ini bertindak sebagai pemantik konsistensi bagi seluruh Penanggung Jawab (PJ) di tiap-tiap provinsi demi menggolkan target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden.

Gunawan menginstruksikan kepada barisan penyuluh pertanian yang berada di bawah komando koordinasi BPPSDMP untuk memperketat pengawalan di lapangan, serta wajib disiplin dalam menyusun draf pelaporan data Luas Tambah Tanam (LTT) secara berkala dan mutakhir.

“Gerakan tanam serentak ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh PJ provinsi untuk memaksimalkan capaian target. Jangan sampai gerakan ini hanya berjalan sesaat, tetapi harus terus dikawal secara berkelanjutan. Peran penyuluh sangat penting untuk memastikan pergerakan tanam dan pelaporan LTT tetap berjalan optimal,” pungkasnya menutup keterangannya.

sumber : Kementan RI