Hadapi Ketidakpastian Global, Menlu Sugiono Dorong ASEAN-AS Perkuat Keamanan Siber dan Rantai Pasok

Manila, PR Politik – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Serikat (AS) perlu memperkuat jalinan kerja sama yang memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha, memacu pertumbuhan ekonomi, serta memelihara stabilitas kawasan. Imbauan strategis tersebut ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, dalam forum ASEAN–United States Post Ministerial Conference (PMC) yang berlangsung di Manila, Filipina.

“Di tengah ketidakpastian global, yang dibutuhkan adalah kemitraan yang saling menguatkan. ASEAN siap menjadi mitra yang konsisten untuk memperkuat keamanan, menjaga stabilitas maritim, dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” tegasnya di hadapan delegasi negara peserta.

Sebagai salah satu investor terbesar dan mitra dagang utama kawasan, Menlu menilai kemitraan ASEAN–AS mutlak harus difokuskan pada bentuk kerja sama ekonomi yang berorientasi nyata.

“Prioritas kita jelas, yaitu perdagangan yang stabil dan dapat diprediksi, rantai pasok yang kuat, serta akses pasar yang semakin luas, khususnya di sektor komoditas dan manufaktur,” jelasnya.

Guna menyokong pertumbuhan konektivitas digital yang kian erat antarwarga kawasan, ia mendorong optimalisasi kolaborasi dengan U.S.-ASEAN Business Council (USABC) dan ASEAN–U.S. Center, utamanya di sektor ekonomi digital.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa pesatnya pemanfaatan teknologi informasi harus dibentengi dengan jaminan keamanan ruang siber dari berbagai potensi kejahatan transnasional.

“Kemajuan konektivitas digital harus diiringi dengan upaya membangun ruang digital yang aman dan terpercaya,” pungkasnya seraya menegaskan bahwa maraknya kasus penipuan daring (online scams) dan kejahatan siber lintas negara merupakan ancaman kolektif yang butuh penanganan bersama.

Menyinggung dinamika geopolitik kawasan dan global, Menlu Sugiono menggarisbawahi krusialnya konsistensi dalam menjunjung tinggi prinsip multilateralisme serta hukum internasional sebagai fondasi utama pencegahan konflik dan mitigasi krisis.

Baca Juga:  Menlu Sugiono Terima Kunjungan Menlu Jerman, Perkuat Kemitraan Strategis di Berbagai Sektor

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia kembali menyuarakan dukungan tegas terhadap terciptanya perdamaian yang adil, permanen, dan berkelanjutan bagi bangsa Palestina, serta mengimbau dilakukannya deeskalasi konflik global melalui jalur dialog diplomasi.

Kemitraan ASEAN dan Amerika Serikat sendiri dijadwalkan bakal memasuki usia ke-50 tahun pada 2027 mendatang. Sejak dinaikkan statusnya menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2022, AS menjelma sebagai sumber investasi asing dan mitra dagang terbesar kedua bagi ASEAN, dengan torehan volume perdagangan menyentuh USD 552,8 miliar serta realisasi investasi sebesar USD 28,56 miliar pada 2025.

sumber : Kemlu RI