Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tersengat Listrik di Aceh Tengah, BKSDA Beri Peringatan Keras

Aceh Tengah, PR Politik – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengonfirmasi kematian tragis satu ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di areal perkebunan warga di Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan belalai masih terlilit kawat beraliran listrik.

Laporan kematian gajah betina yang diperkirakan berusia 20 tahun tersebut diterima petugas dari warga setempat pada Sabtu (21/2). Tim gabungan dari BKSDA Aceh, Polsek Karang Ampar, Babinkamtibmas, serta mitra dari WWF Indonesia segera meluncur ke lokasi untuk melakukan verifikasi.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan gajah tersebut diduga kuat mati pada Jumat (20/2) malam akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi di area perkebunan. Saat ini, petugas telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi untuk menjaga sterilitas area sembari menunggu tim medis melakukan prosedur nekropsi (bedah bangkai) dan pemakaman.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengecam keras praktik pemasangan jebakan kawat listrik di area yang sering dilalui satwa liar. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran hukum terhadap perlindungan satwa, tetapi juga mengancam nyawa manusia.

“Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” tegasnya.

Kejadian ini kembali menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di Aceh yang berujung pada kematian spesies terancam punah. Pihak berwenang mengimbau warga untuk menggunakan metode pengusiran satwa yang lebih aman dan sesuai dengan regulasi konservasi yang berlaku.

sumber : Kemenhut RI

Baca Juga:  Wamenhan dan Basarnas Perkuat Sinergi Hadapi Bencana Nasional

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru