Makassar, PR Politik – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Mukhammad Misbakhun, mendorong pembentukan struktur kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah nakhoda Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dapat merangkul seluruh unsur kekuatan internal.
Ia menilai bahwa komposisi kepengurusan Golkar Sulsel wajib dibangun sebagai sebuah tim yang solid dengan mengakomodasi berbagai elemen pendukung, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri serta para tokoh yang telah berkontribusi besar bagi partai.
“Sebagai pengurus DPP Golkar, tentunya saya juga ingin mendorong agar struktur pengurus DPD I merupakan tim yang solid dan berasal dari semua unsur ormas serta seluruh kekuatan yang ada,” kata Misbakhun usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SOKSI Sulawesi Selatan di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9).
Ia menegaskan, konsolidasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan diyakini bakal semakin kokoh apabila dibangun dengan semangat kebersamaan di bawah kepemimpinan IAS.
“Tujuannya supaya semuanya berada dalam sebuah konsolidasi yang kuat di bawah kepemimpinan Bapak Ilham Arief Sirajuddin. Beliau adalah tokoh yang hebat, memiliki pengalaman dan sejarah yang panjang di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.
“Beliau sekarang mengabdikan dirinya untuk mengurus Partai Golkar. Dalam situasi Partai Golkar saat ini, dibutuhkan kerja keras untuk mengembalikan kembali kejayaan Partai Golkar dan mengangkat Partai Golkar setinggi-tingginya di wilayah Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Terkait penyusunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel, Misbakhun mengonfirmasi bahwa kader SOKSI Sulsel, Andi Patarai Amir, masuk dalam bursa calon Sekretaris DPD I Golkar Sulsel. Meski begitu, ia mengingatkan agar perumusan struktur partai tidak dijadikan arena perebutan jabatan yang berpotensi memicu keretakan internal.
“Dorongan kami tentunya, kalau bisa diisi oleh SOKSI, itu bagus. Tetapi Golkar ini harus dibangun bersama-sama dengan mengedepankan kebersamaan,” tegasnya.
“Jangan sampai kita justru rebutan jabatan. Yang paling penting adalah bagaimana menjaga dan menjamin kebersamaan. Golkar selama ini berdiri dan berkembang dengan semangat kebersamaan,” katanya.
“Jangan sampai karena persoalan jabatan, akhirnya justru terjadi perpecahan. Daripada kita rebutan dan akhirnya terpecah belah, lebih baik kita membangun kebersamaan dan memperkuat Partai Golkar bersama-sama,” lanjutnya.
Di samping itu, ia mengapresiasi Depidar XIX SOKSI Provinsi Sulawesi Selatan atas terselenggaranya Rakerda sebagai fondasi konsolidasi organisasi.
“Saya ingin memberikan apresiasi kepada Depidar XIX SOKSI Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menjalankan mekanisme konsolidasi di tingkat provinsi dengan mengadakan Rakerda,” ucapnya.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Andi Patarai Amir, SOKSI Sulsel segera mengeksekusi program-program kerakyatan yang berdampak langsung pada penguatan fondasi Partai Golkar di wilayah tersebut.
“Ketika SOKSI bisa dikonsolidasikan dengan baik melalui kegiatan-kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, kita berharap hal tersebut dapat memberikan dampak terhadap penguatan Partai Golkar,” terangnya.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Andi Patarai Amir, kita ingin SOKSI semakin kuat dan eksistensinya semakin terlihat,” katanya.
Menutup arahannya, ia meminta jajaran pengurus SOKSI Sulsel terus mengintensifkan silaturahmi dengan jimpinan partai dan para tokoh nasional asal Sulawesi Selatan.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa beliau serius mengurus SOKSI. Tentunya, saya meminta agar terus dilakukan konsolidasi, komunikasi, dan silaturahmi dengan seluruh tokoh-tokoh hebat, terutama dengan Ketua DPD Golkar, serta tokoh-tokoh nasional yang selama ini berasal dari wilayah Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
sumber : Partai Golkar















