Antisipasi Krisis Energi Global, Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Total dan Pertimbangkan Opsi WFH

Bandung, PR Politik – Pemerintah mulai menyusun langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara agar seluruh jajaran menteri menyiapkan skenario penghematan energi secara masif.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap sektor-sektor pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) terbesar, termasuk pada pembangkit listrik.

“Arahan dari Presiden Prabowo, kita lakukan efisiensi. Untuk itu, kita segera melakukan langkah-langkah antisipatif. Pertama adalah kita melihat bagaimana penggunaan BBM untuk pembangkit-pembangkit kita lakukan evaluasi, juga penggunaan gas ini kita juga evaluasi. Bagaimana efisiensi bisa dilakukan. Intinya Presiden itu meminta kepada kita untuk melakukan manajemen energi agar lebih efisien,” ujar Wakil Menteri ESDM, Yuliot, usai meninjau kesiapan pasokan energi di Padalarang, Senin (16/3).

Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lengah meski saat ini kondisi energi masih terpantau aman. Salah satu opsi ekstrem yang dipertimbangkan untuk menekan konsumsi BBM adalah pemberlakuan kembali kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) atau pengurangan hari kerja, berkaca pada keberhasilan efisiensi energi saat masa pandemi COVID-19.

“Ini saya minta dibicarakan nanti, mungkin oleh Menko-Menko. Beberapa hari ini kita lihat, kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID berhasil dan kita mampu. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi. Kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Karena itu, pengurangan hari kerja juga dipertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya. Kita walaupun merasa aman, tidak panik, tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah,” tuturnya di Istana Negara, Jumat (13/3) lalu.

Baca Juga:  Mensos Gus Ipul Paparkan Program Prioritas di Hadapan Presiden, Tekankan Peran Bansos Reguler dan Adaptif

Selain pengaturan pola kerja masyarakat, pemerintah juga mendorong penguatan pemanfaatan gas bumi sebagai pengganti BBM pada sektor industri dan pembangkitan. Langkah ini dinilai lebih efisien secara biaya dan lebih berkelanjutan bagi lingkungan.

Evaluasi manajemen energi ini akan mencakup seluruh aktivitas operasional pemerintahan dan swasta guna memastikan setiap tetes bahan bakar digunakan dengan cermat. Pengalaman negara lain, seperti Pakistan yang telah menerapkan pengurangan hari kerja untuk menghemat devisa energi, menjadi salah satu referensi yang tengah dikaji oleh para menteri koordinator di Kabinet Merah Putih.

sumber : ESDM RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru