Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi langkah cepat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau dalam mengungkap praktik judi online internasional berkedok lotre Hong Kong di Kota Batam.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, aparat kepolisian berhasil menangkap 14 warga negara asing (WNA) dari lima negara berbeda yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian online internasional.
Habib Aboe menilai keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas praktik judi online yang semakin meresahkan masyarakat dan memiliki jaringan lintas negara.
“Kita memberikan apresiasi kepada Polda Kepri yang berhasil membongkar praktik judi online internasional ini. Ini menunjukkan bahwa aparat bergerak cepat dan serius dalam menjaga keamanan ruang digital serta melindungi masyarakat dari dampak buruk judi online,” ujar Habib Aboe.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima aparat kepolisian pada 10 Mei 2026.
Menurut Habib Aboe, keberhasilan pengungkapan itu sekaligus membuktikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu aparat penegak hukum memberantas kejahatan siber.
Ia pun mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan judi online dan tindak kejahatan digital lainnya.
“Kita ingin masyarakat terus membantu Polri. Informasi dari masyarakat sangat penting dalam membongkar jaringan-jaringan kejahatan seperti ini. Judi online sekarang bergerak sangat cepat, lintas negara, dan memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.
Politisi senior PKS tersebut mengingatkan bahwa judi online tidak hanya menjadi persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga telah berkembang menjadi ancaman sosial yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, banyak persoalan sosial bermula dari kecanduan judi online, mulai dari masalah ekonomi keluarga, pinjaman ilegal, tindak kriminalitas, hingga rusaknya masa depan generasi muda.
“Judol ini sangat berbahaya. Banyak keluarga hancur karena judi online. Karena itu, pemberantasannya harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat,” tegasnya.
Habib Aboe juga mendorong agar penegakan hukum terhadap jaringan judi online internasional dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelaku lapangan saja, melainkan juga menyasar aktor utama serta aliran dana di balik operasi perjudian tersebut.
“Kita berharap penindakan dilakukan sampai ke akar-akarnya, termasuk membongkar jaringan internasional dan aliran dananya. Ini penting agar efek jera benar-benar terasa,” pungkasnya.















