DPP PKS Gelar Program PKS Membaca Dorong Budaya Literasi

DPP PKS Gelar Program PKS Membaca Dorong Budaya Literasi

Jakarta, PR Politik – Bidang Seni dan Budaya Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) resmi menggelar program PKS Membaca sebagai wujud komitmen menghidupkan kembali budaya literasi di tengah masyarakat. Mengusung tagline “Berpolitik dengan Isi Kepala”, ajang ini dirancang sebagai ruang diskusi interaktif untuk berkumpul serta membagikan ulasan buku yang sedang dibaca para pimpinan dan kader partai.

Sekretaris Bidang Seni dan Budaya DPP PKS, Afwan Riadi Widianto, menguraikan bahwa penguatan minat baca masyarakat memegang peranan krusial saat publik digempur oleh banjir informasi di platform media sosial yang belum teruji keabsahannya.

“Ini penting menurut saya karena memang kita perlu meningkatkan kembali budaya literasi di tengah arus informasi yang begitu banyak di sosmed yang belum tentu valid,” ujarnya.

Ia menggarisbawahi bahwa kebiasaan merujuk pada bahan bacaan dari sumber-sumber primer dapat memperluas horizon berpikir sekaligus mengasah ketajaman analisis kritis masyarakat dalam menyaring berbagai argumen sebelum mengambil keputusan politik maupun publik.

“Itu semua perlu kita kombinasikan dengan bacaan dari sumber-sumber primer buku sehingga memperkaya wawasan kita, memperkaya cara berpikir kita, membuat kita mampu melihat mana argumen yang tepat sehingga kita tidak tersesat dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf (AMY), mengapresiasi peluncuran program ini. Ia menegaskan bahwa forum bedah buku dan diskusi terbuka tersebut sejalan dengan semangat collective genius yang terus dipupuk di internal PKS guna menghimpun perspektif yang beragam menjadi satu pemahaman utuh.

“Kita di PKS bicara tentang collective genius, yaitu mengangkat perspektif yang berbeda. Teman-teman bisa mendiskusikan satu hal dari berbagai sudut pandang,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan dinamika diskusi tersebut seperti kisah orang-orang yang memegang bagian tubuh gajah secara terpisah. Ketika gagasan dari sudut yang berbeda itu dikumpulkan, gambaran utuh dari sebuah persoalan baru dapat dipahami secara komprehensif.

Baca Juga:  Kawal Instruksi Kaesang dan Ahmad Ali, PSI Gerakkan Ambulans dan Salurkan 1.500 Paket Logistik Gempa Sigi

Edisi perdana PKS Membaca dihadiri jajaran pimpinan DPP PKS, di antaranya Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, Sekretaris Jenderal Muhammad Kholid, Ketua DPP PKS Bidang Komunikasi dan Digital Ahmad Mabruri, Ketua DPP PKS Kepemudaan Aang Kunaifi, Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Keluarga Eko Yuliarti Siroj, Ketua Biro Literasi Erwyn Kurniawan, serta Sekretaris Bidang Energi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Paramitha Messayu.

Buku-buku yang didiskusikan mencakup latar belakang topik pengembangan diri (self-development), kepemimpinan, teori ekonomi, hingga karya novel fiksi, di mana para peserta saling menukar refleksi serta inspirasi dari karya yang dibaca.

sumber : PKS