Palu, PR Politik – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menegaskan optimisme tinggi bahwa partai berlogo kepalan tangan tersebut bakal menghadapi gelombang besar pertumbuhan kekuatan politik menuju kontestasi Pemilu 2029.
Aspirasi dan arahan strategis tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Mad Ali ini saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Palu yang dipusatkan di Palu Golden Hotel, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ia mengungkapkan bahwa rekam jejak pengalaman PSI yang dalam dua periode pemilu sebelumnya belum sanggup menembus ambang batas parlemen nasional (parliamentary threshold) harus dijadikan bahan evaluasi berharga dalam merumuskan pemenangan yang lebih matang.
Oleh karena itu, PSI ditegaskan tidak boleh lagi mengulang pola kerja lama. Agenda penguatan infrastruktur, konsolidasi kader, hingga rekrutmen terstruktur wajib dieksekusi jauh sebelum tahapan pemilu resmi dimulai.
“Akan ada gelombang besar menuju kemenangan PSI 2029. Karena itu, kita harus menyiapkan partai ini dari sekarang, bukan ketika pemilu sudah di depan mata,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk membuka pintu konsolidasi selebar-lebarnya bagi figur publik, tokoh masyarakat, dan kader potensial dari beragam latar belakang demi memperkuat basis pergerakan partai.
“Akan ada banyak kader-kader potensial dan strategis yang berpindah dan bergabung dengan PSI. Kita harus siap menerima mereka dan menjadikan mereka bagian dari kekuatan baru PSI,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kejayaan partai ke depan tidak boleh hanya bergantung pada ketokohan figur tertentu semata, melainkan wajib ditopang oleh kelembagaan struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat akar rumput.
Sejalan dengan hal tersebut, seluruh pengurus DPD dan DPC PSI di wilayah Sulawesi Tengah diminta bertransformasi menjadi struktur pemenangan aktif agar tidak gagap tatkala memasuki tahapan pendaftaran pemilu.
“Struktur yang kita bangun hari ini harus menjadi mesin pemenangan. Jangan hanya ada di atas kertas, tetapi harus hidup dan bekerja di tengah masyarakat,” pungkasnya.
sumber : PSI















